Malang, bacakabar – Fatur, pegawai perusahaan finance di Malang, terlibat perkelahian dengan sekitar 200 pesilat yang sedang melakukan konvoi di Jalan Raden Panji Suroso, Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.
Menurut keterangan polisi, Fatur dalam kondisi mabuk saat meneriaki rombongan pesilat yang sedang membleyer motor di depan tempatnya nongkrong. Akibat teriakan itu, beberapa pesilat turun dan memukuli Fatur.
Fatur mengaku terpojok dan merasa nyawanya terancam. Ia lalu mengeluarkan pisau lipat yang selalu ia bawa dalam tasnya, dan melukai tiga pesilat. Satu di antaranya tewas karena tusukan mengenai paru-paru, sementara dua lainnya mengalami luka akibat tusukan dan goresan.
Setelah insiden berdarah itu, Fatur melarikan diri dan sempat lolos dari pengejaran. Polisi akhirnya menangkapnya saat ia berobat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang akibat luka yang didapatnya dalam perkelahian.
“Kalau diam saja, pasti saya bakalan mati. Akhirnya saya keluarin senjata tajam,” ujar Fatur saat diperiksa penyidik.
Pihak kepolisian menetapkan Fatur sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini dan masih mendalami motif serta latar belakang kejadian.












