BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui penguatan budaya kerja aparatur sipil negara. Upaya itu diwujudkan lewat Launching ASN BerAKHLAK dan Workshop Budaya Kerja yang digelar Bagian Organisasi Setda Tanbu.
Program ini digagas untuk mengukur kondisi budaya organisasi di lingkungan pemerintah daerah serta memastikan implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) berjalan secara nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais, yang mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, menegaskan bahwa penguatan karakter aparatur menjadi fondasi penting bagi birokrasi yang modern dan adaptif.
“Kegiatan ini momentum untuk menilai kesehatan budaya kerja kita, memahami tantangan organisasi, dan menemukan ruang perbaikan agar layanan publik semakin berkualitas,” ujar Eryanto.
Ia menekankan bahwa kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas aparatur. Karena itu, Pemkab Tanbu menargetkan seluruh ASN benar-benar mencerminkan nilai BerAKHLAK dalam praktik kerja sehari-hari.
“Kita membutuhkan ASN yang melayani sepenuh hati, profesional, menjaga integritas, dan mampu beradaptasi cepat. Nilai BerAKHLAK harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Pemkab Tanbu juga menegaskan komitmen untuk terus mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel—sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Workshop turut menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Galih Yudhi Permana, S.STP., M.IP., yang memaparkan strategi implementasi budaya kerja, penguatan karakter ASN, serta pengukuran keselarasan nilai pribadi dan nilai organisasi.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat konsistensi pelayanan publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah daerah.












