Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Paparkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Rakoor Provinsi

×

Tanah Bumbu Paparkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Rakoor Provinsi

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu H. Sulhadi bersama tim BPBD Tanbu berfoto usai menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (4/8/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu H. Sulhadi bersama tim BPBD Tanbu berfoto usai menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (4/8/2025).

Tanah Bumbu, Bacakabar – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakoor) Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2025 di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (4/8/2025).

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memimpin rakoor yang diikuti Forkopimda Provinsi, para bupati/wali kota se-Kalsel, SKPD provinsi, instansi vertikal, BPBD kabupaten/kota, serta organisasi kebencanaan.

Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan pengawasan ketat di daerah rawan karhutla. juga, Ia mengumumkan bahwa Provinsi Kalsel telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla, mengingat sudah ada dua kabupaten/kota yang lebih dulu menetapkan status serupa.

“Penting sinergitas lintas sektor dan pengawasan wilayah rawan karhutla. Kita tetapkan status Siaga Darurat Karhutla untuk Kalsel,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga mewajibkan setiap desa memiliki minimal satu alat pemadam kebakaran. Melarang pembukaan lahan dengan cara membakar dan meminta semua pihak melakukan upaya pencegahan.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu H. Sulhadi menyampaikan, Pemkab telah berkoordinasi dengan Muspida, menggelar rapat kesiapsiagaan, serta melatih sekitar 90 relawan di daerah rawan.

“Tanah Bumbu telah membangun embung di desa rawan karhutla, membuat sekat bakar, dan membentuk Grup Pusdalops untuk memperkuat penanganan kebencanaan,” kata Sulhadi.

Rakoor ini bertujuan merumuskan strategi kesiapsiagaan menghadapi karhutla berdasarkan data potensi kerawanan di masing-masing daerah. Setiap kepala daerah diminta memaparkan kondisi dan potensi ancaman karhutla sebagai dasar penyusunan langkah terpadu.

Baca Juga  Polda Kalsel Beri Penghargaan Personel Berprestasi di Hari Kemerdekaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *