Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Bandung

Tahun 2024, Angka Pengangguran Terbuka di Bandung Turun

×

Tahun 2024, Angka Pengangguran Terbuka di Bandung Turun

Sebarkan artikel ini
Dadang Supriatna atau Kang DS, Foto Istimewa

Bandung – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif dengan mengalami penurunan di tahun 2024 dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Bandung tahun 2020, angka pengangguran di Kabupaten Bandung 8,58 persen.

Pada tahun 2021, angka pengangguran mulai menunjukkan tren menurun di 8,32 persen. Selanjutnya pada 2022 angka pengangguran turun menjadi 6,98 persen.

Selanjutnya tahun 2023, angka pengangguran kembali turun ke angka 6,52 persen, dan di akhir 2024, angka pengangguran di Kabupaten Bandung berhasil menembus angka 6,36 persen.

Keberhasilan menaklukkan gelombang angka pengangguran terbuka ini tak lepas dari kerja keras Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS.

Salah satu faktor kunci keberhasilan Kang DS adalah program-program inovatif dalam menciptakan lapangan kerja baru. Kolaborasi Disnaker dan Disperdagin dinilai sukses mengurangi angka pengangguran secara signifikan.

Program pelatihan wirausahawan muda, misalnya, telah berhasil memberdayakan banyak pemuda untuk memulai usaha sendiri dan menjadi pencipta lapangan kerja.

“Salah satu program percepatan untuk mengatasi pengangguran yang kami siapkan adalah menciptakan 50 ribu wirausahawan muda dan lapangan kerja baru. Program ini diperuntukkan bagi kaum milenial dan gen Z,” ungkap Kang DS.

Selain program pelatihan wirausahawan muda yang dilaksanakan Disnaker dan Disperdagin, kata Kang DS, pihaknya juga menyiapkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak muda

Misalnya, kursus bahasa Jepang dan Korea gratis, pelatihan marketing digital atau jualan online, pelatihan merias atau make up artist, animasi, konveksi, otomotif, dan jenis pelatihan usaha lainnya.

Bagi masyarakat terutama kaum milenial dan gen Z yang ingin menjadi karyawan misalnya, mereka akan dibekali dengan sertifikasi kompetensi atau keahlian. Mereka kemudian akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan Pemkab Bandung.

Baca Juga  MK Tolak Gugatan, Dadang Supriatna-Ali Syakieb Sah Bupati dan Wakil Bupati Bandung Terpilih

“Jadi skemanya, seribu untuk tenaga migran ke Korea dan Jepang, 4 ribu untuk wirausaha muda dan make up artist dan 5 ribu orang untuk menjadi karyawan. Jadi dalam lima tahun, bisa terserap minimal 50 ribu orang,” tuturnya.

Kang DS juga memberikan kemudahan bagi generasi milenial dan gen Z di Kabupaten Bandung yang ingin membuka usaha.

“Bagi anak-anak muda yang ingin membuka usaha, kami sediakan permodalannya yakni melalui pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Silakan dimanfaatkan,” beber Kang DS.

Di sektor lainnya, Kang DS juga berencana mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk membuka peluang kerja di sektor manufaktur, pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru yang berbasis kreativitas dan inovasi.

“Penurunan angka pengangguran ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Ke depan kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Bandung,” tegas Bupati
(Wili)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *