Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Sumenep

Sumenep Luncurkan “Warung Inflasi”, Tekan Harga Sembako di Tengah Inflasi 5 Persen

×

Sumenep Luncurkan “Warung Inflasi”, Tekan Harga Sembako di Tengah Inflasi 5 Persen

Sebarkan artikel ini
Suasana Warung Inflasi Sumenep di Pasar Anom.
Suasana peluncuran Warung Inflasi di Pasar Anom, Sumenep, Rabu (17/6/2026). Warga mulai berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep merespons kenaikan harga bahan pokok dengan meluncurkan “Warung Inflasi” di Pasar Anom Baru. Langkah ini diambil setelah harga beras premium, minyak goreng kemasan, cabai rawit, dan telur ayam ras melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Harga MinyaKita sempat menyentuh Rp19.000–Rp21.000 per liter, jauh di atas HET Rp15.700.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan Warung Inflasi dikelola TPID bersama Diskopumdag dan bekerja sama dengan BUMD serta PD Sumekar sebagai penyedia komoditas.

“Warung ini mulai beroperasi sejak kemarin. Peluncuran resmi akan dilakukan setelah semua bahan pokok tersedia,” ujar Dadang, Rabu (17/6/2026).

Selain di Pasar Anom, layanan juga dijalankan secara mobile menyasar pasar-pasar di sejumlah kecamatan.

Pemkab juga mengintegrasikan sistem pemantauan dengan Siskaperbapo Jatim serta menggandeng Bulog untuk Gerakan Pangan Murah dan bantuan pangan bagi warga kurang mampu.

Di tengah inflasi yang masih di kisaran 5 persen, Dadang mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga.

“Pemerintah memastikan stok dan distribusi kebutuhan pokok tetap tersedia dan aman,” tegasnya.

Baca Juga  Satgas Pangan Polda Kalsel Awasi Harga Bapokting dan MinyaKita di Banjarmasin Selama Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *