YOGYAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart Batik Indonesia untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif batik sawit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dihadiri Kepala Divisi Humas dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Agrinas Palma Nusantara Gatut Mukti dan Kepala Subdivisi TJSL Nurhasanah Shihab.
Batik sawit merupakan inovasi yang dikembangkan CV Smart Batik Indonesia sejak akhir 2023. Inovasi ini memanfaatkan produk turunan kelapa sawit, antara lain palm stearin dan asam stearat, sebagai bahan penyusun lilin batik atau malam.
Bahan berbasis sawit tersebut digunakan sekitar 10–15 persen. Penggunaannya diklaim memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan lilin batik konvensional, antara lain lebih nyaman bagi pernapasan pembatik, lebih lancar saat digunakan, serta menghasilkan residu limbah yang lebih sedikit.
Melalui kerja sama tersebut, pengembangan ekosistem batik sawit mencakup peningkatan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pusat produksi, inovasi produk dan motif, serta pengembangan produk turunan sawit berbasis wastra atau kain tradisional Nusantara.
Program tersebut juga mencakup Batik Sawit Goes to School untuk memperkenalkan batik sawit kepada generasi muda.
Selain itu, terdapat program Batik Sawit Goes to Palm Oil Region untuk memperluas promosi dan pasar di wilayah operasional industri kelapa sawit. Pengembangan motif khusus Agrinas Palma juga menjadi bagian dari program tersebut.
Kerja sama Agrinas Palma Nusantara dan CV Smart Batik Indonesia turut diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM melalui peningkatan keterampilan, kreativitas, serta pengembangan peluang usaha.
Pengembangan batik sawit memadukan pemanfaatan produk turunan kelapa sawit dengan industri batik dan wastra Nusantara. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya batik Indonesia dan pengembangan industri kreatif.












