PURWODADI – Puluhan siswa SMKN 1 Purwodadi tidak hanya belajar teori jurnalistik. Mereka turun langsung mencari bahan berita, menyusun naskah, mengambil gambar hingga mengedit hasil liputan dalam pelatihan Campus Journalism yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya, Rabu (12/8/2026).
Pelatihan tersebut menyasar siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang multimedia. Materi yang diberikan mencakup dasar pembuatan berita, teknik pengambilan gambar, penyuntingan hingga cara membedakan informasi faktual dan hoaks.
Salah seorang peserta, Ahmad Luthfi Izzamudin, mengatakan praktik membuat berita menjadi pengalaman yang paling menarik. Ia harus mencari bahan di lingkungan sekitar sebelum mengolahnya menjadi sebuah berita.
“Awalnya saya itu kayak boring, terus saya jadi suka. Tadi yang paling menarik itu pembuatan berita,” kata Ahmad.
Ia juga mengaku sempat merasa tegang ketika diberi waktu terbatas untuk menyelesaikan proses penyuntingan.
“Yang agak deg-degan waktu pengeditan. Jujur saja waktu pengeditan itu tadi hanya dua menit, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Materi mengenai hoaks juga membuat Ahmad lebih memahami pentingnya memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
“Kalau hoaks itu tidak asli, informasinya tidak ada, tidak memiliki kejelasan. Kalau yang asli ada datanya, ada faktanya dan ada kejadiannya,” jelasnya.

Peserta lainnya, Queen Asteres Yustin Mawar Daniela, mengatakan materi yang diberikan tidak hanya membahas pembuatan berita, tetapi juga teknik visual dan penyuntingan.
“Jadi yang pertama diajarkan dasar-dasar membuat berita, lalu membedakan mana yang fakta dan yang hoaks, lalu ada teknik-teknik pengambilan gambar dan editing dan juga banyak hal lagi,” ungkap Queen.
Menurut Queen, keterampilan tersebut dapat menunjang siswa yang akan mengikuti perlombaan di bidang multimedia maupun jurnalistik.
“Ini sangat berguna untuk kami yang akan mengikuti lomba,” katanya.
Bidang Advokasi IJTI Muria Raya Andi Eko Prasetyo mengatakan pelatihan sengaja menggabungkan materi dengan praktik agar siswa memperoleh pengalaman langsung.
“Kami dari IJTI Muria Raya memberikan pelatihan terkait pembelajaran pengambilan gambar, bagaimana cara membuat naskah kepada teman-teman SMK yang kebetulan mengambil jurusan multimedia,” ujar Andi.

Selain keterampilan jurnalistik, IJTI memberikan pemahaman mengenai penggunaan media sosial dan konsekuensi hukum dalam penyebaran informasi hoaks.
Andi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-28 IJTI sekaligus bulan jurnalistik.
“Adik-adik SMK ini bisa belajar menjadi citizen journalism, memasyarakatkan wartawan, serta mampu memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat terkait apa yang terjadi di lingkungan mereka masing-masing,” katanya.
Guru SMKN 1 Purwodadi Indah Indrawita mengapresiasi kegiatan tersebut karena siswa mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada IJTI karena telah memberikan ilmu ke anak didik saya. Dengan happy dan mereka bahagia, dan satu lagi bertambah juga keterampilan untuk hari ini,” ujar Indah.
Indah berharap pelatihan dapat dilanjutkan agar siswa semakin menguasai keterampilan jurnalistik dan multimedia.
“Harapan kami, kita bisa melanjutkan kerja sama untuk memperluas lagi. Mereka dapat belajar lagi agar mereka menjadi profesional,” jelasnya.











