Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jakarta

ReJO: Hubungan Jokowi dan Prabowo Tak Bisa Dirusak, Upaya Adu Domba Sia-sia

×

ReJO: Hubungan Jokowi dan Prabowo Tak Bisa Dirusak, Upaya Adu Domba Sia-sia

Sebarkan artikel ini
Ketua umum ReJO Pro Gibran Ir HM Darmizal MS/Foto Istimewa

Jakarta – Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Pro Gibran, HM Darmizal MS, menegaskan bahwa hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tidak bisa dirusak oleh segelintir pihak yang mencoba mengadu domba keduanya.

Menurut Darmizal, Prabowo dan Jokowi memiliki hubungan yang harmonis dan solid dalam membangun Indonesia. Oleh karena itu, upaya pihak tertentu untuk memecah belah keduanya dengan strategi politik ala “divide et impera” akan sia-sia.

“Saya melihat hubungan Pak Prabowo dan Pak Jokowi sangat mesra. Jadi, upaya segelintir orang yang ingin mengadu domba mereka tidak akan mempan,” ujar Darmizal, Senin (10/2/2025).

Darmizal menegaskan bahwa merusak hubungan kedua tokoh bangsa itu sama saja dengan berusaha memecah persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Sebagai pemimpin bangsa, Pak Jokowi dan Pak Prabowo adalah panutan yang harus kita jaga. Mereka telah menunjukkan sikap kenegarawanan yang luar biasa dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Jokowi tetap menjaga hubungan baik dengan Prabowo, meski keduanya pernah bersaing dalam dua kali pemilihan presiden. Bahkan, dalam periode keduanya sebagai presiden, Jokowi justru merangkul Prabowo ke dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan.

“Ini membuktikan bahwa kepentingan bangsa selalu menjadi prioritas utama bagi mereka. Keduanya tidak mudah dipecah belah oleh isu-isu politik,” ujar Darmizal.

Pernyataan Darmizal ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Jatim International Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung adanya pihak yang berupaya memisahkan dirinya dengan Jokowi.

“Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi. Lucu juga, bisa jadi bahan tertawa. Jangan, kita jangan ikut-ikut. Pecah belah itu taktik mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca Juga  Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1444 H Besok, Menag Lakukan Sidang Isbat Hari Ini

Prabowo menekankan bahwa strategi pecah belah semacam ini sudah digunakan sejak zaman penjajahan.

“Dari ratusan tahun lalu, divide et impera adalah strategi untuk memecah belah bangsa. Kita tidak usah terpengaruh,” tegasnya.

Darmizal mengibaratkan hubungan Jokowi dan Prabowo bukan seperti air dan minyak yang bisa dipisahkan, melainkan seperti masakan dan bumbu yang saling melengkapi.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo memiliki visi besar yang sama untuk membangun Indonesia. Mereka saling melengkapi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Dengan pernyataan ini, Darmizal mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk elite politik, untuk menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh upaya adu domba yang hanya akan merugikan kepentingan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *