Kotabaru — Suasana Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, Kalimantan Selatan, tahun ini diisi dengan berbagai program pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana ibadah sekaligus upaya pembentukan karakter selama bulan suci.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru Doni Handriansyah mengatakan sejumlah agenda religius digelar setiap hari, mulai dari kultum, kajian keislaman, hingga salat Tarawih berjamaah yang melibatkan imam dari Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru.
Salah satu program yang menjadi fokus adalah tadarus Al-Qur’an dengan target pembacaan satu juz per hari. Program tersebut diharapkan dapat mencapai khatam bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan.
“Antusiasme warga binaan cukup tinggi. Kami melihat adanya semangat kebersamaan dan keinginan untuk memperbaiki diri,” ujar Doni, Jumat (27/2/2026).
Meski kegiatan keagamaan berlangsung intensif, layanan bagi keluarga warga binaan tetap berjalan. Lapas membuka layanan kunjungan pada Senin hingga Kamis serta Sabtu, sementara layanan penitipan makanan tersedia setiap sore, termasuk saat hari libur. Fasilitas video call juga disediakan untuk menjaga komunikasi dengan keluarga.
Lapas Kotabaru turut bekerja sama dengan Kementerian Agama setempat dalam pengisian ceramah dan kegiatan keagamaan selama Ramadan. Menurut Doni, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual warga binaan.
Selain pembinaan rohani, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan rutin dilakukan melalui apel dan serah terima regu jaga, termasuk imbauan kepada keluarga pengunjung agar tidak membawa barang terlarang ke dalam lapas.
Melalui kombinasi pembinaan spiritual dan penguatan keamanan, pihak lapas berharap Ramadan menjadi momentum perubahan positif bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.












