Bacakabar.id, Sukamara – TPS-3R adalah Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi – menggunakan – daur ulang) lalu Pendekatan pengelolaan 3R mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.
Teknologi TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien.
Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mentari Sukma, Rahmad Fuji, ST, MT mengatakan, bahwa saat ini kami sedang merintis usaha penjualan pupuk kompos yang akan di jual kepada masyarakat yang membutuhkan baik untuk tanaman hias maupun tanaman lain yang memerlukan pupuk kompos
Fuji panggilan akrab pria ini kembali menjelaskan, bahwa saat ini untuk Pupuk kompos ini kami sudah sediakan sebanyak 100 ton dan akan siap kami jual kepasaran baik di wilayah Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau dan juga Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Penjualan pupuk kompos dalam kemasan ini tentunya merupakan peluang usaha dan yakin saja ke depan usaha penjualan pupuk kompos ini akan menghasilkan tambahan pendapatan bagi kami yang berada di Kube Mentari Sukma,” Ucap Fuji kepada awak media ini.
Fuji juga menjelaskan, jika pihaknya akan memberikan potongan harga bagi warga 100 pembeli pertama pupuk kompos ini hanya dengan harga Rp. 1.200 per Kilo Gram nya dari harga normalnya Rp 1.500 per kilo gram nya.
Fuji kembali berujar, jika usaha yang kami rintis ini juga mendapatkan persetujuan dari Ketua KPP TPS-3R Bapak Tarmiji dan semoga usaha yang kami rintis ini mendatangkan keberkahan bersama di masa mendatang
“Semoga saja usaha yang kami sudah rintis ini kedepannya akan mendatangkan keberkahan bagi kami pengelola dan juga masyarakat yang memerlukan pupuk kompos dimaksud,” Pungkas Rahmad Fuji, ST, MT kepada awak media ini Rabu (22/2/2023).
Pantauan awak ini terlihat pupuk kompos yang sudah dikemas dalam kemasan karung ada berkisar 50 Ton dan 50 ton sisanya belum di masukkan kedalam kemasan karung.
Yohanes Eka Irawanto, SE












