PALANGKA RAYA — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah mulai menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan status Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) menjadi universitas.
Ketua PWNU Kalteng Dr. Wahyudie F. Dirun mengatakan rencana tersebut sudah mulai dibahas secara internal. Namun, peningkatan status perguruan tinggi membutuhkan proses bertahap karena harus didukung kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas kampus.
“Kalau target dari PWNU sebenarnya sekitar dua tahun. Tetapi semuanya tergantung kesiapan dari perguruan tingginya. Yang terpenting sekarang kampusnya harus kita kuatkan dulu,” ujar Wahyudie saat ditemui di Kantor PWNU Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, ITSNUKA saat ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama pada ketersediaan tenaga pengajar serta fasilitas pendidikan. Karena itu, langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat program studi yang telah berjalan, termasuk meningkatkan akreditasi.
“SDM kita masih terbatas, fasilitas juga masih terbatas. Jadi prodi-prodi yang sudah ada kita solidkan dulu dan akreditasinya diperkuat,” jelasnya.
PWNU Kalteng juga mulai mempertimbangkan pengembangan infrastruktur kampus. Lokasi kampus yang ada saat ini dinilai sudah cukup padat karena berada dalam satu kawasan dengan sejumlah lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama lainnya.
“Di situ ada SD, SMP, dan SMA NU juga, jadi memang sudah cukup padat. Ke depan kita mulai memikirkan kemungkinan membuka kampus kedua,” katanya.
Di tengah persaingan perguruan tinggi di Palangka Raya, Wahyudie menilai peluang ITSNUKA untuk berkembang masih cukup terbuka. Hal itu karena beberapa program studi yang dibuka memiliki segmentasi berbeda dengan kampus lain di Kalimantan Tengah.
Ia mencontohkan program studi teknologi industri dan teknologi lingkungan yang masih relatif jarang tersedia di perguruan tinggi lain di daerah tersebut.
“Kalau prodinya sama dengan kampus lain tentu berat untuk bersaing. Tapi kita membuka prodi yang tidak dimiliki kampus lain, jadi segmentasinya berbeda,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, ITSNUKA juga mulai memperluas jangkauan pendidikan dengan membuka kelas di luar Palangka Raya. Beberapa di antaranya sudah berjalan di Sampit dan Murung Raya.
“Di Murung Raya saja sudah sekitar 40 mahasiswa, Sampit juga. Artinya minat masyarakat ada. Ke depan rencananya kita juga akan membuka kelas di daerah lain,” katanya.
PWNU Kalteng berharap penguatan ITSNUKA dapat menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.












