Dunia–Internasional

Putra Mandar Raih Doktor di Al-Azhar Mesir, Teliti Tarekat Khalwatiyah

×

Putra Mandar Raih Doktor di Al-Azhar Mesir, Teliti Tarekat Khalwatiyah

Sebarkan artikel ini

KAIRO – Andi Muhammad Ridwan Tahir, putra asal Sulawesi Barat, berhasil mempertahankan disertasi doktor pada Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Sabtu (8/8/2026).

Sidang munaqasyah berlangsung di Aula Imam Prof. Dr. Husain Al-Dzahabi, Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar. Sidang dipimpin Prof. Dr. Jamaluddin Husain Afifi sebagai promotor utama dan Prof. Dr. Abdurrahman Fahmiy Riyadh sebagai ko-promotor.

Disertasi Ridwan Tahir berjudul “الطريقة الخلوتية وأثرها في التربية الروحية العملية ونشر التصوف في أرخبيل نوسانتارا: دراسة تحليلية مقارنة”, yang membahas Tarekat Khalwatiyah dan kontribusinya terhadap pembinaan spiritual serta penyebaran tasawuf di Nusantara.

Penelitian tersebut mengkaji dua cabang utama Tarekat Khalwatiyah di Nusantara, yakni Khalwatiyah Yusuf dan Khalwatiyah Samman, dengan pendekatan analitis-komparatif.

Dalam penelitian itu, Ridwan Tahir membahas peran tasawuf dalam proses Islamisasi Nusantara melalui pembinaan spiritual, pendidikan akhlak, serta penyebaran nilai-nilai Islam.

Ia juga mengkaji jaringan ulama dan tarekat dalam perkembangan kehidupan sosial masyarakat serta sejarah perjuangan di sejumlah wilayah Nusantara.

Sidang dihadiri jajaran pimpinan dan guru besar Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, termasuk Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Waseso dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Abdul Muta’ali.

Setelah menjalani sidang selama kurang lebih tiga jam, majelis penguji menyatakan Andi Muhammad Ridwan Tahir lulus dengan yudisium Martabat al Syaraf Al Ula (Summa Cum Laude).

Ridwan Tahir menyampaikan rasa syukur setelah menyelesaikan sidang disertasinya.

“Disertasi ini lahir dari keyakinan bahwa tasawuf di Nusantara bukan sekadar warisan spiritual, melainkan juga kekuatan peradaban yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat pendidikan, dakwah, persatuan, serta memberikan kontribusi dalam sejarah perjuangan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga  KBRI Kairo Sebut Peluang Buka Restoran Indonesia di Mesir Kian Terbuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *