PROBOLINGGO — Pusat oleh-oleh legendaris di Jalur Pantura, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kini tak lagi seramai dua dekade lalu.
Kawasan yang dulu menjadi tujuan utama pemudik untuk membeli buah tangan khas “Kota Mangga” itu kini terlihat lengang, terutama pada momen Lebaran.
Perubahan pola perjalanan menjadi salah satu penyebab utama. Beroperasinya jalan tol Probolinggo–Situbondo membuat arus kendaraan tak lagi melintas di jalur Pantura. Di sisi lain, munculnya pusat oleh-oleh modern juga turut menggerus jumlah pengunjung.
Pedagang setempat, Lukman Hidayat, mengaku penjualan menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak jalur tol terhubung ke wilayah timur.
Hal serupa dirasakan Sumarni, yang menyebut kondisi Lebaran tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dampak penurunan pengunjung juga dirasakan juru parkir. Dalam sehari, hanya beberapa kendaraan yang singgah, jauh berbeda dari masa lalu ketika kawasan ini kerap dipadati kendaraan hingga menimbulkan kemacetan.
Meski demikian, sebagian pemudik masih menyempatkan diri berhenti untuk bernostalgia sekaligus membeli oleh-oleh.
Para pedagang pun berharap keberadaan sentra oleh-oleh ini tetap mendapat perhatian, agar UMKM lokal dapat bertahan di tengah perubahan arus transportasi dan pola belanja masyarakat.












