KOTABARU – Polsek Sungai Durian semakin mengintensifkan edukasi keselamatan di wilayah rawan perairan setelah insiden tragis di Sungai Manunggul, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya arus sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., melalui Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar sungai atau perairan.
“Kami ingatkan agar masyarakat, khususnya orang tua, lebih memperhatikan anak-anak saat bermain di dekat sungai. Jangan biarkan mereka berenang di tempat yang memiliki arus deras atau pusaran air tanpa pengawasan,” ujarnya kepada awak media Selasa, (11/2/2025).
Kapolsek juga menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan sekolah dan pemerintah desa untuk memberikan sosialisasi mengenai risiko bermain di sungai serta langkah-langkah keselamatan yang harus diterapkan.
“Nanti akan kami pasang tanda peringatan di area berbahaya dan mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengawasan daerah rawan kecelakaan air,” tambahnya.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 15 tahun, meninggal dunia setelah terseret arus deras saat bermain di sungai bersama teman-temannya pada Selasa (11/2). Meskipun sempat ada upaya penyelamatan, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Kapolres Kotabaru berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati. “Keselamatan adalah tanggungjawab bersama. Jika ada kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwajib agar bisa segera ditangani,” tutupnya.












