Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jombang

Polo Pendem dan Tari Gedruk Jadi Simbol Kebanggaan Baru di Hari Jadi ke-115 Jombang

×

Polo Pendem dan Tari Gedruk Jadi Simbol Kebanggaan Baru di Hari Jadi ke-115 Jombang

Sebarkan artikel ini
Bupati Jombang Warsubi didampingi Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani meninjau olahan kuliner berbahan umbi dalam perayaan Hari Jadi ke-115 Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Warsubi bersama Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani meninjau stan peserta Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem di Alun-Alun Jombang, Selasa (21/10/2025).

Jombang – Hari Jadi ke-115 Kabupaten Jombang dirayakan meriah dengan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat. Ribuan warga memadati Alun-Alun Jombang, menyaksikan perpaduan seni dan kuliner lokal yang dikemas dalam dua agenda utama: Flash Mob Gedruk Jombangan dan Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem.

Sebanyak 1.115 penari Gedruk tampil kompak memenuhi alun-alun, sementara 42 peserta dari 21 kecamatan dan 21 UMKM menampilkan olahan kuliner berbahan dasar umbi-umbian lokal seperti talas, singkong, ubi jalar, bote, hingga ganyong.

Bupati Jombang Warsubi bersama Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi hadir meninjau seluruh stan peserta. Keduanya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang berhasil mengangkat potensi lokal menjadi kebanggaan daerah.

“Melalui festival ini kita melihat bagaimana bahan sederhana bisa menjadi produk unggulan. Polo pendem bukan sekadar makanan tradisional, tapi simbol kreativitas dan identitas Jombang,” ujar Bupati Warsubi, Selasa (21/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga warisan kuliner lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. “Produk seperti ini harus terus dikembangkan agar memberi nilai ekonomi bagi pelaku UMKM,” tambahnya.

Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi menyebut, polo pendem akan diusulkan sebagai ikon kuliner nasional dari Jombang. “Kami ingin produk lokal ini dikenal luas dan menjadi identitas kuliner khas Jombang yang membanggakan,” ucapnya.

Rangkaian lomba menghasilkan berbagai kreasi menarik seperti Pandan Cassava Roll (Ngusikan), Pastel Tutup Singkong (APKM), Ciffon Kaspe (Aisyiyah), Getuk Silung Ubi Coklat (Kecamatan Jombang), hingga Bote-Bote (Talisha).

Lomba menobatkan sejumlah pemenang dalam kategori Terfavorit, Terbaik, Terinovatif, Muatan Kearifan Lokal, Terunik, dan Terkomunikatif. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi bukti bahwa kekayaan lokal Jombang terus hidup dan berkembang lewat semangat warganya.

Baca Juga  Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Suap Jabatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *