Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Bisnis

PLN Rampungkan Elektrifikasi Kereta Malaysia Lebih Cepat

×

PLN Rampungkan Elektrifikasi Kereta Malaysia Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jalur kereta listrik East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia.
Ilustrasi pengoperasian jalur kereta listrik East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia yang menghubungkan Port Klang hingga Kota Bharu. Proyek elektrifikasi jalur ini melibatkan PLN Group. (Sumber: ecrlmalaysia.com)

Jakarta – Proyek elektrifikasi jalur kereta East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia yang melibatkan PLN Group mencatat penyelesaian lebih cepat dari target jadwal.

Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan dua titik feeder station lebih awal dari rencana.

Kedua titik tersebut yakni Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang rampung 15 hari lebih cepat dari jadwal, serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang selesai sekitar satu bulan lebih awal.

Penyelesaian proyek lebih cepat dari target tersebut mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.

Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, menyebut koneksi dari gardu induk Tunjung menuju FS 01 dan FS 09 menjadi bagian penting dalam sistem elektrifikasi jalur kereta ECRL.

Proyek East Coast Rail Link merupakan jalur kereta listrik ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Jalur ini dirancang untuk melayani angkutan penumpang dan logistik serta diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 1 juta ton CO₂ per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.

Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan keberhasilan penyelesaian proyek ini menjadi bagian dari upaya ekspansi PLN ke pasar internasional.

Menurutnya, pengalaman dan kompetensi teknis yang dimiliki PLN memungkinkan perusahaan berkontribusi dalam proyek infrastruktur energi dan transportasi di berbagai negara.

Dalam proyek ECRL, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN Nusantara Power bertanggung jawab pada pengadaan peralatan utama, sementara PLN Nusantara Power Construction menangani pengadaan peralatan pendukung, pekerjaan konstruksi, hingga komisioning.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG A dari MSCI, Kinerja Emisi Dinilai Unggul

Secara keseluruhan, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 feeder station, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *