Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarbaru

Petugas Keamanan Ditemukan Meninggal di Pos Jaga Kantor Properti di Banjarbaru, Diduga Karena Serangan Jantung

×

Petugas Keamanan Ditemukan Meninggal di Pos Jaga Kantor Properti di Banjarbaru, Diduga Karena Serangan Jantung

Sebarkan artikel ini
Polisi mengevakuasi jasad petugas keamanan yang ditemukan meninggal di pos jaga kantor properti di Banjarbaru Utara.
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad petugas keamanan yang ditemukan meninggal di pos jaga kantor properti di Jalan Kebun Karet, Banjarbaru Utara, Sabtu (1/11/2025). (Foto dok. Humas Polres Banjarbaru)

BANJARBARU – Warga di kawasan Jalan Kebun Karet, Kelurahan Loktabat Utara, Banjarbaru Utara, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam pos jaga kantor properti, Sabtu (1/11/2025) pagi. Korban diketahui bernama Rahim (58), petugas keamanan di Kantor Aditya Group Property Agent, yang diduga meninggal akibat serangan jantung saat bertugas.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh sang istri, Jumaila, setelah merasa curiga karena suaminya belum pulang usai dinas malam. “Biasanya jam delapan sudah di rumah. Tapi waktu itu belum pulang, HP juga tidak aktif,” ujarnya

Merasa ada yang tidak beres, Jumaila mendatangi tempat kerja suaminya. Saat tiba di lokasi, pintu pos jaga dalam keadaan terbuka dan Rahim ditemukan tergeletak tak bergerak. Ia kemudian meminta bantuan karyawan kantor di sebelah pos. “Kami periksa, kondisinya sudah dingin,” kata salah satu karyawan, Nur Altifa Agustia.

Petugas kepolisian dari Polsek Banjarbaru Utara dan Polres Banjarbaru segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kehilangan barang pribadi.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, IPDA Kardi Gunardi, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan korban kemungkinan meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya. “Keluarga juga menyampaikan korban memiliki riwayat sesak di dada dan gula darah tinggi,” ujarnya.

Keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi, dan telah membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian. Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan RP Soeprapto, Kelurahan Mentaos, Banjarbaru Utara, untuk dimakamkan.

Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar, mengingat korban dikenal ramah dan berdedikasi selama bekerja sebagai penjaga malam di kawasan tersebut.

Baca Juga  Menteri UMKM Siap Tanggung Jawab atas Kasus Mama Khas Banjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *