Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jakarta

Pertamina Patra Niaga dan Princeton Digital Group Jalin Kemitraan Strategis Pemanfaatan HVO

×

Pertamina Patra Niaga dan Princeton Digital Group Jalin Kemitraan Strategis Pemanfaatan HVO

Sebarkan artikel ini
Direktur Pemasaran Pusat & Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, dan COO PDG, Varoon Raghavan, saat penandatanganan MoU pemanfaatan HVO di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Direktur Pemasaran Pusat & Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, dan COO PDG, Varoon Raghavan, saat penandatanganan MoU pemanfaatan HVO di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Princeton Digital Group (PDG) untuk pemanfaatan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel sebagai bahan bakar operasional data center di Indonesia.

Kesepakatan kerja sama dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina Patra Niaga dan PDG di Jakarta, Selasa (9/9/2025). Langkah ini menjadi komitmen bersama kedua perusahaan mendukung dekarbonisasi dan target Indonesia mencapai net zero emission 2060.

Direktur Pemasaran Pusat & Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan HVO merupakan inovasi energi bersih yang mampu mereduksi emisi gas rumah kaca hingga 70 persen.

“Melalui layanan Pertamina One Solution, kami tidak hanya menyediakan bahan bakar lebih bersih, tetapi juga dukungan logistik dan infrastruktur yang efisien. Hal ini memastikan operasional mitra bisnis, termasuk PDG, berjalan optimal sekaligus berkelanjutan,” ujarnya.

Alimuddin menambahkan, kerja sama ini diharapkan menjadi standar baru pemanfaatan energi ramah lingkungan di sektor data center, sekaligus memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertamina Group.

Chief Operating Officer sekaligus Co-founder PDG, Varoon Raghavan, menilai kemitraan ini sebagai bagian dari strategi global perusahaan dalam membangun pusat data berskala besar yang berkelanjutan.

“Implementasi HVO di Indonesia adalah langkah penting untuk menurunkan emisi Scope 1 dan mempercepat transisi energi. Ini juga menetapkan standar baru bagi infrastruktur digital ramah lingkungan di Asia Pasifik,” jelas Varoon.

HVO atau bahan bakar nabati terbarukan dapat diproduksi dari 100% minyak nabati, lemak hewani, hingga minyak jelantah. Pertamina Patra Niaga saat ini memproduksi HVO melalui Green Refinery di Kilang RU IV Cilacap dengan bahan baku sepenuhnya dari sumber daya terbarukan.

Baca Juga  Sengketa Pembelian Jam Tangan Mewah Richard Mille Rp80 Miliar Masuk Tahap Mediasi

Selain sektor data center, Pertamina Patra Niaga juga telah memperluas penggunaan HVO ke sektor pertambangan. Inovasi ini diharapkan mempercepat transisi energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri di tengah tuntutan global untuk beralih ke energi rendah emisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *