Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Bahas Strategi Pengurangan Emisi Penerbangan dalam Pertamina SAF Forum 2025

×

Pertamina Bahas Strategi Pengurangan Emisi Penerbangan dalam Pertamina SAF Forum 2025

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga menggelar SAF Forum 2025 membahas strategi pengurangan emisi penerbangan bersama pelaku industri nasional dan internasional.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra bersama para pembicara dalam Pertamina SAF Forum 2025 di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Jakarta — Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mempercepat dekarbonisasi sektor penerbangan melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam diskusi panel bertajuk “Sustainability: Indonesia’s Emission Reduction Ambition and the Benefits of SAF” pada Pertamina SAF Forum 2025, Kamis (16/10/2025) di Jakarta.

Forum ini menghadirkan empat pembicara lintas sektor: Country Manager Cathay Pacific Indonesia Tony Sham, CEO Qualitas Sertifikasi Indonesia Ryanza Prasetya, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman, dan Senior Managing Director Boeing Malcom An. Diskusi dipandu oleh VP Sustainability Program, Rating & Engagement PT Pertamina (Persero), A.A.A. Indira Pratyaksa.

Tony Sham menilai, pengembangan ekosistem dan kebijakan pendukung menjadi kunci keberhasilan adopsi SAF di Asia.

“Cathay Pacific menargetkan 10 persen penggunaan SAF pada 2030. Indonesia berpotensi menjadi pemasok strategis berbasis minyak jelantah bila tantangan harga dan pasokan dapat diatasi melalui kolaborasi,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Sokhib Al Rokhman menjelaskan bahwa pemerintah tengah memperkuat regulasi percepatan penggunaan SAF sesuai roadmap nasional dan standar internasional.

“Mekanisme MRV oleh operator, regulasi CORSIA, serta sertifikasi dari Ditjen Migas dan ICAO sudah disiapkan. Dengan insentif yang proporsional, adopsi SAF bisa dipercepat,” katanya.

Sementara itu, Malcom An dari Boeing menegaskan pentingnya kolaborasi lintas industri dalam upaya dekarbonisasi penerbangan.

“Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam mengolah minyak jelantah dan limbah pertanian menjadi bahan bakar berkelanjutan. Sumber daya regional cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” jelasnya.

Dari sisi sertifikasi, Ryanza Prasetya menambahkan, penerapan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) CORSIA menjadi dasar penting dalam menjaga transparansi rantai pasok SAF.

Baca Juga  Koperasi Merah Putih Landasan Ulin Timur Gelar RAT Perdana, Catat SHU Rp5 Juta

“Sertifikasi ini memastikan setiap tahap produksi SAF sesuai standar global dan berkontribusi pada pengurangan emisi,” tegasnya.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi menuju penerbangan rendah emisi.

“Pertamina SAF Forum 2025 menunjukkan kesiapan Indonesia menghadirkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang kompetitif dan berstandar global,” ujarnya.56

Pertamina Group saat ini telah mengembangkan ekosistem SAF terintegrasi, mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga distribusi bahan bakar berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menekan emisi karbon sekaligus menciptakan nilai ekonomi sirkular bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *