Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Opini

Pengabdian pada Masyarakat sebagai Salah-satu Penguatan dalam Kegiatan Tri-Dharma Peguruan Tinggi

×

Pengabdian pada Masyarakat sebagai Salah-satu Penguatan dalam Kegiatan Tri-Dharma Peguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

Oleh: S.N.M.P. Simamora

 

KEBUTUHAN masyarakat atas transfer knowledge dari peneliti di kampus mendorong terciptanya inovasi-inovasi sederhana namun cukup memberi manfaat bagi pengembangan usaha/bisnis; terlebih lagi menciptakan entrepreneur di tengah-tegah masyarakat. Dorongan transfer knowledge ini tak dapat dikesampingkan sebagai salah satu tuntutan yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen di home-base perguruan tinggi yang menaunginya yakni: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Pengabdian pada Masyarakat (umum diistilahkan dengan kegiatan abdimas) bentuknya melakukan pendampingan kepada masyarakat sesuai bidang keilmuan yang dikuasai dengan melakukan kolaborasi dengan bidang luar kompetensi; ini yang disebut multidisplin. Alhasil mitra sebagai masyarakat yang didampingi akan lengkap menerima transfer knowledge dari kampus sebagai institusi pendidikan; yakni sumber knowledge, karena berbagai disiplin ilmu saling berkolaborasi memberikan transfer knowledge.

Misalkan pada kasus yang diambil Transformasi Digital UMKM Siomay Oishii: Pemanfaatan Marketplace Shopee, Penguatan Laporan Keuangan, dan Strategi Branding Produk; dengan mitra bergerak di bidang kuliner; bidang ilmu yang terkait untuk memberikan masukan dan bantuan pendampingan ini yakni: teknologi, akuntansi, dan administrasi bisnis. Penjelasan lebih lanjut, bidang teknologi memberikan pendampingan dan mentoring keterlibatan aplikasi berbasis Teknologi Informasi (umum diistilahkan dengan IT) untuk pemasaran dan penjualan serta pembukuan; bidang akuntansi memfokuskan kepada tata-kelola neraca; serta bidang administrasi bisnis memberikan pendampingan dalam hal penataan dokumen dan berkas agar history dan time-line aktivitas bisnis tetap tercatat dengan baik.

Penyerahan Hibah Pemerintah dalam Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat kepada Mitra UMKM

 

Pemaparan materi topik pemanfaatan aplikasi berbasis Teknologi Informasi

 

Saat ini trend cara penjualan sudah bergeser ke berbasis online; seperti bukan hal khusus lagi bahwa teknik penjualan bahkan pemasaran lebih efektif dilakukan secara online. Setidaknya dalam pengadaan tempat, waktu feedback antara penjual dan pembeli dalam hal berkomunikasi; dan yang lebih diuntungkan lagi dalam hal biaya yang dikirimkan, yang juga dilakukan secara elektronik. Omzet yang diperoleh juga rata-rata lebih besar bila dibandingkan dengan cara konvensional, seperti tatap-muka antara penjual dan pembeli, tentu saja membutuhkan transportation-cost di masing-masing penjual dan pembeli.

Baca Juga  Orang Tua Gaptek, Waspada Penipuan Digital
Tim abdimas IDE LPKIA dan para mitra UMKM

Kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai salah satu kegiatan wajib seorang dosen dalam Tri-Dharma Perguruan tinggi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Manfaat dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah memberi kontribusi aktual sebuah perguruan tinggi kepada masyarakat secara gratis dengan dukungan pendanaan yang bisa bersumber dari negara (melalui berbagai program dana hibah) atau dari donasi pihak private (swasta). Perguruan tinggi memegang peran penting sebagai pusat inkubator bisnis yang bisa melibatkan berbagai lapisan masyarakat luas; bisa dari kalangan pemerintah sendiri (pusat atau daerah), kelompok masyarakat, pendidikan menengah dan dasar, lembaga kesehatan atau kelompok industri. Kadangkala juga keselarasan antara program pendampingan masyarakat dari pemerintah pusat dengan LPPM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; sebagai unit pelaksanaan mewakili perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri-Dharma perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk penyelenggaran lebih sistematis, terencana, dan terstruktur. Hal inilah yang selalu menjadi tantangan ke depan dalam hal pendanaan, oleh sebab dukungan dana sangat dibutuhkan dalam penyediaan infrastruktur dan hal-hal teknis lain terkait pembiayaan kegiatan.

Pemaparan materi topik pembenahan cash-flow bidang akuntansi pembukuan

 

Khusus saat ini salah satu Tim Abdimas Institut Digital Ekonomi (IDE) LPKIA Bandung berhasil lolos dalam salah satu dana hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat bersumber pada Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains Dan Teknologi Republik Indonesia, seperti terlihat pada Gambar 1 s.d 4 yang menunjukkan kegiatan pendampingan kepada Mitra UMKM di kota Bandung. Pada kegiatan yang telah terlaksana, pendampingan berupa mentoring pemanfaatan market-place aplikasi, pendanaan finansial, serta bantuan hibah peralatan yang dibutuhkan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat cukup dapat dijadikan sebagai salah-satu penguatan dalam kegiatan Tri-Dharma Peguruan Tinggi (3DPT), oleh sebab memberi manfaat kepada masyarakat berbagai lapisan, mendukung program pemerintah dalam hal pemberdayaan masyarakat; di sisi dosen sebagai seorang peneliti untuk mentransformasi knowledge, dan bagi sebuah perguruan tinggi untuk mengaktualisasikan diri memberi kemanfaatan luas bagi masyarakat dan peradaban yang lebih baik.

Baca Juga  Hari Tani Nasional: Kesejahteraan Petani Kunci Kemandirian Pangan

 

Penulis adalah Dosen Institut Digital Ekonomi LPKIA Bandung
Alumni Dept. Elektroteknik, ITB Bandung
Anggota Asosiasi Dosen Indonesia (adi.or.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *