SUKAMARA — Pemerintah Kabupaten Sukamara menuntaskan proyek pengembangan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Jelai tahun anggaran 2025.
Proyek senilai lebih dari Rp4,4 miliar ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pesisir.
Kepala Dinas PUPRPRKP Sukamara melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Tober Rianto, mengatakan pekerjaan fisik telah rampung 100 persen.
“Sebanyak 144 sambungan rumah kini telah terpasang dan siap digunakan oleh warga di Kuala Jelai dan Sungai Baru,” ujarnya, Jumat (20/2).
Rinciannya, sebanyak 135 sambungan rumah berada di Kelurahan Kuala Jelai dan 9 sambungan di Desa Sungai Baru.
Saat ini, layanan air bersih masih dapat dinikmati secara gratis dalam masa transisi sebelum diberlakukan sistem penagihan oleh PDAM Tirta Sukma.
Pemerintah daerah berencana melakukan sosialisasi terkait tarif dan mekanisme pembayaran kepada masyarakat penerima manfaat.
Secara keseluruhan, jumlah sambungan rumah di wilayah Jelai untuk periode 2024–2025 telah mencapai 579 unit.
Meski demikian, pemerintah mengakui belum seluruh wilayah pesisir terjangkau layanan tersebut akibat keterbatasan anggaran.
Pemkab Sukamara berkomitmen melanjutkan pengembangan jaringan air bersih secara bertahap guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.












