Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
KotabaruOlahraga

Pelatih Panjat Tebing Kotabaru Harapkan Ini

×

Pelatih Panjat Tebing Kotabaru Harapkan Ini

Sebarkan artikel ini

Kotabaru – Pelatih sekaligus ketua pengelolaan panjat tebing Kotabaru, Ancah berharap agar fasilitas olahraga panjat tebing di Bumi Saijaan menjadi perhatian pemerintah setempat.

“Kami sangat membutuhkan fasilitas yang memenuhi standar agar para atlet dapat berlatih dengan aman dan optimal,” ujar Ancah Sabtu (16/11/2024).

Ia menyebut dinding panjat tebing yang tersedia saat ini sudah tidak layak dan memerlukan perbaikan atau rehabilitasi.

“Dinding lead, misalnya, membuat banyak atlet ragu menggunakannya karena bagian rangka depan atas hanya menggunakan las-lasan tanpa baut setelah direnovasi. Ini tentu tidak aman,” ujarnya.

Ancah juga menyoroti kondisi dinding speed yang sudah berusia 14 tahun dan tidak lagi memenuhi standar nasional.

“Dinding speed yang tipis dan tidak standar sudah tidak layak digunakan. Selain itu, lapangan yang ada terlalu kecil, sehingga tidak memungkinkan untuk mengadakan kejuaraan provinsi, regional, maupun nasional di Kotabaru,” tambahnya.

Ancah berharap pemerintah dapat membantu menyediakan fasilitas yang sesuai standar nasional, agar olahraga panjat tebing dapat berkembang lebih baik di Kotabaru dan dinikmati oleh lebih banyak orang.

“Olahraga panjat tebing ini juga termasuk olahraga rekreasi. Saat ini, kami memiliki tiga jenis dinding untuk berbagai kelas yang berbeda,” paparnya.

Ancah menjelaskan tiga kategori dalam olahraga panjat tebing atau dinding:

Dinding Lead dan Speed: Memiliki tinggi 15-18 meter dan lebar 4-8 meter, menggunakan tali cara mantel atau bilay otomatis.

Dinding Boulder: Tingginya tidak lebih dari 5 meter, dilengkapi matras untuk jatuh, dengan lebar 15-18 meter untuk lima lintasan.

Dinding Panjat Speed: Terdiri dari Speed WR, Speed WR Kid, dan Speed Klasik.

Menurutnya, rangka dinding lead dan speed yang ada saat ini tidak memenuhi standar nasional, sementara lapangan tidak memenuhi syarat untuk menggelar kompetisi skala provinsi, regional, maupun nasional.

Baca Juga  Dandim Kotabaru dan Wartawan Antaranews.com Raih Juara III Lomba Jurnalistik TMMD 2025

“Fasilitas ini dibuat pada tahun 2010 dan sudah 14 tahun lamanya tanpa perbaikan. Ini menjadi kendala besar bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Kotabaru,” ungkapnya.

Ancah menegaskan bahwa perhatian pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangun fasilitas yang memadai. Dengan dukungan tersebut, olahraga panjat tebing di Kotabaru diharapkan dapat berkembang lebih baik dan para atlet bisa berlatih dengan aman serta meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami memiliki potensi besar untuk berprestasi, tetapi semua itu memerlukan dukungan fasilitas yang layak. Jika hal ini diperhatikan, saya yakin Kotabaru dapat mencetak banyak atlet berprestasi,” tutupnya. [Sal]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *