Sukamara – Penjabat (Pj) Bupati Sukamara, Rendy Lesmana, menegaskan bahwa optimalisasi lahan pertanian dapat menekan angka inflasi di wilayahnya. Saat ini, pasokan sembako di pasar masih sangat bergantung pada barang dari luar daerah.
“Beras di pasaran lebih banyak berasal dari Pulau Jawa dibandingkan beras lokal yang ditanam petani kita,” tegas Rendy Lesmana.
Selain beras, sayuran seperti cabe keriting, kol, kembang kol, wortel, kentang, bawang putih, dan bawang merah.juga masih dipasok dari luar Sukamara.
Ketergantungan ini memicu tingginya harga sembako sekaligus berkontribusi pada inflasi di Bumi Gawi Barinjam. Biaya transportasi menjadi salah satu faktor utama mahalnya harga bahan pokok.
“Mahalnya harga bahan pokok akibat dipasok dari luar daerah yang membutuhkan biaya transportasi cukup tinggi. Hal inilah yang mendorong inflasi di Sukamara,” pungkas Rendy Lesmana, Kamis (30/01/2025).












