MAJALENGKA – Suasana ngabuburit di Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terasa berbeda. Sejumlah warga memainkan alat musik rampak genteng untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa, Kamis (12/3/2026).
Alunan musik yang berasal dari pukulan genteng tanah liat itu menjadi hiburan bagi masyarakat yang berkumpul di area Jebor Genteng Super Uun.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti para pemuda, tetapi juga warga dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua.
Rampak genteng dimainkan dengan cara memukul genteng menggunakan stik sehingga menghasilkan irama musik yang khas.
Salah seorang warga yang menyaksikan pertunjukan tersebut, Lea Prasta, mengatakan kegiatan ini menjadi hiburan menarik bagi masyarakat yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.
Menurutnya, pertunjukan tersebut juga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencoba memainkan alat musik genteng.
“Siapa saja boleh ikut mencoba memainkan rampak genteng. Tidak ada batasan, masyarakat dari luar daerah juga bisa ikut bergabung,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Museum Genteng Jatiwangi, Ilham Syukurillah Syarif, mengatakan kegiatan ngabuburit dengan musik rampak genteng juga menjadi ajang silaturahmi antara pekerja genteng dan masyarakat.
Ia menyebut kesenian rampak genteng telah menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Jatiwangi.
Tradisi ini mulai berkembang sejak 2012 dan terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga kearifan lokal di Majalengka.












