DENPASAR — Sejumlah nelayan di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Bali, terlibat dalam konservasi penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang mendarat untuk bertelur di kawasan tersebut.
Kegiatan itu dilakukan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Sari Segara Kesiman Kertalangu melalui Program Konservasi Penyu Berbasis Masyarakat dengan pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal (FT) Sanggaran.
Ketua POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, I Made Bagus Mahayana, mengatakan keterlibatan warga bermula dari aktivitas nelayan yang sering melihat penyu naik ke pantai untuk bertelur.
“Awalnya kami adalah nelayan. Karena sering melihat penyu naik ke Pantai Biaung untuk bertelur, kami mulai ikut mengamankan telur-telurnya. Dari situ kami belajar memantau sarang, merelokasi telur yang berisiko ke tempat penetasan, hingga nantinya tukik menetas dan dilepasliarkan kembali,” ujar I Made Bagus Mahayana.
Kegiatan konservasi kemudian mencakup pemantauan sarang, relokasi telur yang berisiko, pengelolaan tempat penetasan semi-alami atau hatchery, pencatatan perkembangan telur hingga pelepasliaran tukik.
Hingga 2026, kegiatan tersebut telah menghasilkan ribuan tukik yang menetas dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Sebanyak 13 anggota POKMASWAS juga mendapat pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan konservasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Pertamina berkomitmen mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui program yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi. Melalui pendampingan POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, kami mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan inovasi teknologi, serta pengembangan edukasi dan aktivitas ekonomi alternatif yang selaras dengan prinsip konservasi,” ujar Ahad, Selasa (13/10/2026).
Pendampingan juga mencakup pengembangan sistem pemantauan, pemanfaatan teknologi dan penyediaan sarana edukasi mengenai perlindungan penyu serta habitat pesisir.












