Bacakabar.id, Sukamara – PT. Hibrida Kalbar – Sungai Bila Estate (HHK-SBE) yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di wilayah Desa Pangkalan Muntai Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah, dilaporkan oleh warga Desa setempat ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Ratno, perwakilan warga Desa Pangkalan Muntai ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya telah ke Jakarta dan ingin bertemu Presiden RI Jokowi.
“Ya, benar saya sudah ke istana negara,” katanya.
Menurutnya kepergiannya itu guna menyampaikan surat tuntutan berisi 20 persen dalam HGU bisa di serahkan kepemilikannya untuk warga Desa Pangkalan Muntai dengan pola program plasma.
PT. HHK-SBE telah beroperasi selama 20 tahun, hingga kini belum memenuhi kewajibannya dalam program plasma yang di peruntukkan untuk masyarakat.
Ia membeberkan telah beberapa kali dilakukan pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan, namun tidak ada kesepakatan dalam musyawarah.
“Beberapa kali pertemuan warga dengan pihak perusahaan belum membuahkan hasil yang bisa memenuhi keinginan warga untuk mendapatkan program plasma di maksud,” Tutur Ratno kepada awak media ini Sabtu (4/3/2023).
Ratno, menceritakan dirinya nekat ke Jakarta untuk menemui Presiden RI Jokowi, namun sayang belum kesampaian karena kesibukan Jokowi orang nomor satu di Indonesia.
“Pa Jokowi belum bisa ditemui, namun staf kantor kepresidenan RI berkenan menemui saya dan kawan-kawan untuk menerima surat yang sudah kami buat sebelumnya,” Pungkas Ratno.
Sementara Chief Data Officer (CDO) PT.HHK-SBE H.Gusti Much. Awaludin, ketika dihubungi belum memberikan jawaban atas tuntutan warga itu.
Diketahui, PT. HHK-SBE
yang notabene merupakan anak perusahaan dari PT. Union Sampoerna Triputra Persada (USTP).
Penulis : Yohanes Eka Irawanto, SE












