Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Lapas Kotabaru Libatkan Pemerintah dan Swasta dalam Pembinaan Warga Binaan

×

Lapas Kotabaru Libatkan Pemerintah dan Swasta dalam Pembinaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Hardiansyah, saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya terkait program pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Hardiansyah, saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya terkait program pembinaan warga binaan.

KOTABARU – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, Doni Hardiansyah, menegaskan bahwa proses pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pembinaan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga sektor swasta.

Dalam wawancara eksklusif bersama awak media di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025), Doni menyampaikan bahwa sebagian besar warga binaan berasal dari masyarakat Kotabaru. Karena itu, dukungan lintas sektor menjadi penting agar pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pembinaan warga binaan bukan hanya tugas kami di dalam lembaga, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif. Kami berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Koperasi, dan Perindustrian untuk mendukung karya warga binaan. Bersama Dinas Tenaga Kerja dan BLK, kami menyelenggarakan pelatihan keterampilan. Untuk ketahanan pangan, kami bermitra dengan Dinas Pertanian. Bahkan perusahaan swasta seperti PT Arutmin dan PT Sime Darby Oils (SDO) juga turut mendukung lewat pelatihan menjahit, produksi seragam kerja, hingga olahan makanan,” jelasnya.

Tantangan Sumber Daya, Semangat Tak Surut

Meski idealnya membutuhkan 202 pegawai, saat ini Lapas IIA Kotabaru hanya memiliki 77 petugas. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat. Para petugas justru menjalankan peran ganda mulai dari pengamanan, pembimbing rohani, pelatih Pramuka, pembina musik, hingga pendamping kegiatan keagamaan.

“Kami memanusiakan mereka. Hak-hak warga binaan tetap menjadi prioritas. Petugas di sini bukan hanya penjaga, tetapi juga pembina dan teladan,” tegas Doni.

Dari Rehabilitasi hingga Kemandirian Ekonomi

Beragam program pembinaan terus dijalankan, mulai dari penguatan kepribadian dan kerohanian, Pramuka, keterampilan perabotan, hingga rehabilitasi narkoba. Gelombang pertama program rehabilitasi telah diikuti oleh 100 warga binaan, dan 150 lainnya dijadwalkan mengikuti program serupa pada Oktober mendatang.

Baca Juga  Nelayan Asal Teluk Sungai Hilang di Laut Matasirih, Pencarian Masih Berlangsung

Tidak hanya itu, warga binaan juga mampu menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp18 juta per tahun melalui hasil karya yang mereka buat di dalam Lapas. Sebagian karya bahkan dijual dan memberikan premi tambahan bagi keluarga mereka di luar.

“Harapan kami, saat mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah siap, mandiri, dan tidak mengulangi kesalahan. Inilah esensi pembinaan di Lapas Kotabaru — membentuk manusia yang utuh, berdaya, dan bermanfaat,” pungkas Doni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *