BATULICIN — Lapas Kelas III Batulicin mengambil peran penting dalam upaya bersama menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Tanah Bumbu dengan mengikuti Rapat Koordinasi dan Advokasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (14/11/2025). Agenda yang digelar Dinas Kesehatan Tanah Bumbu itu berlangsung di Ballroom Hotel Lotusa Batulicin.
Lapas Batulicin hadir melalui Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, bersama satu staf, mewakili Kalapas Batulicin Arifin Akhmad. Keterlibatan lapas menjadi signifikan mengingat lingkungan pemasyarakatan termasuk kategori padat hunian—situasi yang meningkatkan risiko penularan TBC jika tidak dikelola dengan intervensi kesehatan yang ketat.
Rakor menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk dr. Yenny Widowati, yang memaparkan situasi terkini program TBC, dukungan pemerintah daerah, serta tatalaksana penanganan klinis. Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC hanya dapat dicapai melalui kerja lintas sektor, termasuk lembaga pemasyarakatan.
“Eliminasi TBC 2030 bukan hanya target, tetapi kerja bersama untuk melindungi generasi yang lebih sehat,” ujar dr. Yenny.
Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda guna memperkuat pelaksanaan Rencana Aksi Kerja TBC Kabupaten Tanah Bumbu. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan penanganan TBC berjalan konsisten mulai dari deteksi dini, akses pengobatan, hingga pendampingan pasien.
Harry Indrawan menyambut baik forum tersebut. Ia menilai momentum ini penting untuk memastikan warga binaan—yang secara hukum tetap memiliki hak atas layanan kesehatan—mendapatkan perlindungan maksimal dari penyakit menular.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis memperkuat langkah bersama dalam pengendalian TBC, terutama di lapas yang sangat rentan karena lingkungan tertutup dan padat hunian,” katanya.
Rakor ini sekaligus mempertegas pendekatan berbasis kemanusiaan dalam pengendalian TBC di kawasan rentan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas lembaga dapat menekan penularan TBC secara signifikan dan mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030.












