TANAH BUMBU — Asap pekat membumbung tinggi dari material batu bara yang terbakar di kawasan Km 171 Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Asap sempat mengarah ke permukiman warga dan terlihat jelas oleh pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Saat malam hari, kondisi material yang terbakar terlihat lebih mencolok. Titik api tampak menyala di antara material batu bara, disertai percikan merah-oranye dari bagian material yang masih terbakar.
Lokasi tersebut berada di Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, tepat di kawasan yang sebelumnya menjadi jalur jalan nasional Km 171. Setelah jalan nasional mengalami longsor pada 28 September 2022, arus kendaraan dialihkan ke jalan alternatif yang posisinya hanya berjarak beberapa meter dari bekas jalur tersebut.
Jarak yang relatif dekat membuat lokasi batu bara terbakar masih dapat terlihat langsung oleh pengendara yang melintas di jalan alternatif Km 171.

Kondisi batu bara terbakar di kawasan itu disebut sudah berlangsung cukup lama. Video mengenai kondisi tersebut sempat beredar melalui WhatsApp Grup.
M. Taufik, yang merekam video tersebut, membenarkan kondisi itu bukan kejadian baru. Ia mengatakan video dibuat karena melihat batu bara yang terbakar dan menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi di lingkungan.
Plt. Camat Satui Hendera Jaya, saat dihubungi pada Kamis (15/10/2026) membenarkan adanya batu bara terbakar di kawasan tersebut.
Menurut Hendera, lokasi berada dalam kawasan konsesi PT Arutmin Indonesia Site Satui. Pemerintah Kecamatan Satui bersama Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, perusahaan dan unsur Forkopimcam telah meninjau lokasi.
Penanganan dilakukan pada sejumlah titik yang terbakar. Hendera mengatakan sebagian lokasi ditangani PT. Mitra Jaya Abadi Bersama (MJAB), sementara titik lainnya ditangani PT Arutmin Indonesia.
Kondisi medan yang miring menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Menurut Hendera, penyiraman menggunakan air biasa tidak cukup untuk memadamkan material yang terbakar.
PT Arutmin kemudian menggunakan bahan kimia untuk membantu proses pemadaman dan mengevaluasi efektivitasnya.
Asap dari lokasi juga sempat mengarah ke permukiman warga. Hendera mengatakan pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pemeriksaan kualitas udara.
Sementara itu, pemeriksaan di fasilitas kesehatan terkait kemungkinan peningkatan kasus ISPA masih menunjukkan kondisi normal.
Perwakilan PT Arutmin Indonesia, Aries, selaku EA Supervisor, membenarkan perusahaan bersama kontraktor melakukan penyiraman di lokasi. Penyiraman dilakukan sehari sebelumnya dan disaksikan unsur Forkopimcam.












