Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Raih Juara III Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalsel

×

Tanah Bumbu Raih Juara III Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalsel

Sebarkan artikel ini

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu meraih Juara III Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Penghargaan tersebut diberikan dalam penilaian kinerja simpul jaringan informasi geospasial yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Khalid Maksum Lantai 3 Bappeda Kalsel, Senin (19/10/2026).

Penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd. kepada Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Eryanto Rais.

Capaian tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Pemkab Tanah Bumbu dalam pengelolaan dan pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan berbasis data.

Bagi pemerintah daerah, informasi geospasial menjadi bagian penting dalam penyediaan data keruangan yang dapat digunakan untuk mendukung proses perencanaan pembangunan.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab Tanah Bumbu untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data spasial sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah.

Penguatan informasi geospasial, kata dia, diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan yang terukur, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penilaian kinerja simpul jaringan informasi geospasial tersebut dilaksanakan setiap dua tahun. Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk mendorong percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta dan Satu Data Indonesia di Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin membacakan sambutan Gubernur Kalsel mengenai pentingnya data keruangan yang akurat dalam perencanaan pembangunan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan yang efektif membutuhkan data geospasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemetaan geospasial yang presisi menjadi salah satu acuan dalam menentukan prioritas pembangunan, pemetaan fasilitas publik, mitigasi bencana, hingga memastikan alokasi anggaran daerah tepat sasaran.

Baca Juga  Dua Tahun ditiadakan, Kini Mappanre Ri Tasi'e Tanah Bumbu 2022 di Mulai

Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG) Dr. Ibnu Sofian turut menekankan pentingnya integrasi data spasial antarlembaga dan antarwilayah.

Menurutnya, keterhubungan data tersebut dapat memperkuat pemanfaatan informasi keruangan dalam pembangunan daerah. Integrasi data spasial juga dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta membantu pemerintah menghadapi dampak perubahan iklim.

Pemanfaatan data geospasial dalam pembangunan dilakukan melalui prinsip Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS), sehingga data yang tersedia dapat digunakan secara terpadu dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *