Pelaihari – Aktivitas di Pasar Hewan Sarang Halang, Pelaihari, tampak berbeda pada Kamis (27/11/2025). Ratusan kambing dari berbagai daerah memenuhi area pasar, menandai digelarnya Kontes Ternak Kambing se-Kalimantan Selatan yang diinisiasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut.
Di balik suasana kompetitif kontes, kegiatan ini menjadi cerminan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali peran strategis Pasar Hewan Pelaihari sebagai pusat perdagangan ternak di kawasan Kalimantan.
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menyebut kontes ini bukan sekadar ajang mencari ternak terbaik, tetapi momentum memulihkan dinamika ekonomi peternak lokal. Menurutnya, pasar hewan harus kembali menjadi simpul transaksi antardaerah yang selama ini dikenal kuat.
“Kita ingin memastikan Pasar Hewan Pelaihari tetap hidup, tetap menjadi rujukan, dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujar Bupati.
Ia menilai kegiatan seperti kontes ternak menjadi ruang yang efektif bagi peternak untuk memperkenalkan kualitas hasil budidaya, sekaligus memperluas jaringan pasar yang selama ini terhubung hingga ke Kalimantan Tengah, Timur, dan Utara.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut, Muhammad Mursyi, menjelaskan bahwa geliat pasar Pelaihari telah lama menjadi barometer perdagangan kambing di Kalimantan.
“Pasar Pelaihari itu limbuk Kalimantan. Banyak ternak dari luar daerah masuk dan keluar dari sini. Kontes seperti ini menjaga ritme itu tetap hidup,” katanya.
Tahun ini, kontes tercatat diikuti 84 peternak dari berbagai daerah, mengikutsertakan 150 ekor kambing, terdiri dari 116 ekor kambing lokal dan 34 ekor dari luar Tanah Laut. Kehadiran peserta luar daerah menjadi sinyal positif bagi potensi pasar yang terus berkembang.
Usai pembukaan, Bupati meninjau kandang peserta dan menyaksikan proses penjurian kategori utama. Kegiatan ditutup dengan hiburan bagi peternak dan warga yang hadir.
Kendati hanya berlangsung sehari, kontes ini memberi pesan jelas: Pasar Hewan Pelaihari tidak hanya bertahan, tetapi tengah bersiap mengembalikan posisinya sebagai pusat aktivitas ekonomi ternak terbesar di wilayah selatan Kalimantan.












