Koalisi Ormas Dayak Kalteng Dan TBRR Bertemu, Ini yang Dibahas

  • Bagikan

Sejumlah perwakilan Ormas Dayak Kalteng dan TBBR berfoto bersama – Poto Istimewa

Bacakabar.id – Palangka Raya, Sejumlah perwakilan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) dan perwakilan dari Tariu Borneo Bangkule Rajakng menggelar pertemuan pada Rabu, (30/3/2022) bertempat di aula sekretariat Kedamangan Jekan Raya, Jalan Banteng, Palangka Raya

Berdasarkan surat undangan yang ditanda tangani oleh Kedamangan Jekan Raya, bahwa agenda pertemuan tersebut yakni penyelesaian adat antara Koalisi Ormas Kalteng dan TBBR yang mana sebelumnya telah terjadi perselisihan.

Damang Jekan Raya, Kardinal Tarung saat diwawancarai oleh para awak media mengatakan bahwa, pada pertemuan hari ini merupakan inisiatif dari kedua belah pihak.

“Karena mereka (Koalisi Ormas Dayak dan TBBR) jauh-jauh hari, sudah sepakat dengan kata damai. Jadi sekarang tinggal realisasinya, yang mana tahapan-tahapannya saya tidak langsung mempertemukan mereka, sebab ini bukan person to person, namun Ormas to ormas,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa yang tertinggi dalam adat suku Dayak, sebuah penyelesaian sengketa adalah sesuai dengan kredibilitas oleh kelompok mantir yang disebut Kerapatan Mantir Perdamaian Adat, yang menghadirkan spirit dari kata “perdamaian” tersebut.

Sehingga hubungannya dengan fungsi Damang tersebut, yang mana Damang akan mengajukan diri sebagai penengah dalam sengketa tersebut. Kemudian ada dua fungsi Damang, yakni menegakkan hukum adat. Misalnya seperti pra konflik, negosiasi, kalau misalnya ada konflik kemudian kembali kepada Damang, karena Damang memegang otoritas. Yang nantinya produknya berupa Keputusan Adat.

“Kalau ini sudah masuk pada kategori keputusan perdamaian adat dan untuk hari ini sudah terjadi perdamaian secara de facto antara Koalisi ormas se- Kalteng dan TBBR,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang perwakilan dari Koalisi ormas Dayak se- Kalteng, Bambang Irawan menyampaikan terimakasih atas peran serta dari Kedamangan Jekan Raya, dalam proses tersebut.

Baca Juga  "Satu Frekuensi" Cegah Dan Tanggulangi Karhutla di Kalteng

“Kami mengapresiasi terhadap apa yang telah dilakukan dan hasil yang juga disepakati. Dari sini juga kita sama-sama, memahami dan mentaati apa yang telah kita sepakati, karena apa yang kita lakukan sekarang ini membuktikan bahwa kita adalah orang-orang yang beradab. Ini juga membuktikan bahwa kita orang Dayak juga bisa duduk bersama, bisa memutuskan sesuatu bersama. Karena inilah falsafah huma Betang yang telah kita junjung bersama.” ucap pria yang merupakan Ketua DPP Forum Pemuda Dayak (Fordayak) tersebut.

Penulis : A. Prianto R.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ketahuan... mau copas,, ijin dlu gaess 🤦‍♀️