Jakarta — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Suyudi Ario Seto menekankan bahwa masa depan generasi muda tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup sehat dan bebas narkoba. Pesan itu disampaikan saat membuka Career Day Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) DKI Jakarta yang diikuti ribuan pelajar SMP dan SMA, di Balai Samudera, Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026).
Dalam kegiatan yang mengangkat tema perencanaan karier tersebut, Suyudi menegaskan kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba berdampak langsung pada kerusakan kesehatan sekaligus menghambat potensi generasi muda.
Ia juga menyoroti momentum bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia. Menurutnya, peluang tersebut hanya akan menjadi kekuatan nasional apabila generasi muda mampu menjaga diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Bonus demografi bisa menjadi modal besar menuju Indonesia Emas, asalkan generasi mudanya sehat dan terbebas dari narkoba,” ujarnya.
Suyudi mengakui tantangan pemberantasan narkoba kian kompleks. Transformasi digital, karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, tekanan ekonomi, serta pesatnya arus informasi dinilai membuka celah baru bagi jaringan narkotika. Kondisi itu, kata dia, perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital dan edukasi sejak dini.
Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengajak dunia pendidikan, orang tua, dan pelajar untuk berperan aktif dalam pencegahan narkoba. Ia juga mendorong masyarakat agar tidak ragu melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Pilihan yang diambil hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan. Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.












