Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kapolda Kalsel Tanggung Operasi Dua Anak Yatim Piatu Korban Banjir Rob

×

Kapolda Kalsel Tanggung Operasi Dua Anak Yatim Piatu Korban Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan bertemu dua anak yatim piatu korban banjir rob di Kabupaten Banjar
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyapa Adel dan Jailani saat kunjungan ke lokasi banjir rob di Kabupaten Banjar.

BANJAR — Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan menjadi momentum empati bagi jajaran Polda Kalsel. Di sela peninjauan lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menemui dua anak yatim piatu yang hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi.

Kedua anak tersebut, Felina Delfi (11), yang akrab disapa Adel, dan adiknya Jailani (5), telah kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tiga tahun lalu. Sejak itu, mereka dirawat oleh sang nenek.

Tragedi tersebut menyisakan luka mendalam. Adel mengalami gangguan fungsi tangan sehingga kesulitan beraktivitas, sementara Jailani tidak dapat meluruskan kakinya akibat cedera yang belum tertangani secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Kapolda Kalsel menyatakan komitmen penuh untuk membantu pemulihan keduanya melalui pengobatan dan operasi medis secara gratis. Adel dan Jailani kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, penanganan medis dilakukan oleh tim dokter Polda Kalsel untuk memastikan proses penyembuhan berjalan maksimal.

“Keduanya akan menjalani tindakan medis hingga pulih. Untuk Adel, masih dilakukan pemeriksaan lanjutan guna menentukan apakah operasi dapat dilakukan di Banjarmasin atau perlu dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta,” ujar Kapolda Kalsel, Senin (19/1/2026).

Menurut Kapolda, meski insiden kecelakaan telah terjadi tiga tahun lalu, kondisi cedera yang dialami kedua anak tersebut masih memungkinkan untuk ditangani secara medis.

“Kami ingin melihat masa depan mereka. Kami ingin mengembalikan harapan dan masa depan kedua anak ini agar bisa tumbuh lebih baik,” tegasnya.

Selain penanganan fisik, Polda Kalsel juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis. Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan turut memberikan pendampingan trauma healing untuk membantu Adel dan Jailani mengatasi duka serta ketakutan akibat kehilangan orang tua.

Baca Juga  Sempat Tersengat Listrik dan Terjatuh dari Lantai 2 Kuli Bangunan di Bantul Selamat

Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Ny. Yennie Rosyanto Yudha, mengatakan pendampingan psikologis dilakukan sebelum proses operasi guna menenangkan kondisi mental anak-anak.

“Kami berharap mereka diberi kesembuhan dan kekuatan, baik secara fisik maupun mental, sehingga trauma yang dialami dapat berangsur pulih,” ujarnya.

Ke depan, Kapolda Kalsel bersama jajaran pejabat utama dan Bhayangkari akan membahas langkah lanjutan terkait masa depan pendidikan dan kesejahteraan Adel dan Jailani.

Langkah kepedulian ini mendapat sambutan positif dari keluarga korban. Saat ini, fokus utama adalah pemulihan kesehatan sebelum memasuki tahap operasi lanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *