Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarbaru

Ini Reaksi Gubernur Kalsel Terkait Kasus Keracunan MBG di Banjar

×

Ini Reaksi Gubernur Kalsel Terkait Kasus Keracunan MBG di Banjar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memberikan keterangan pers usai menanggapi kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar, Jumat (10/10/2025).
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memberikan keterangan pers usai menanggapi kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar, Jumat (10/10/2025). (Foto MC Kalsel)

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa di Kabupaten Banjar. Ia menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kebersihan dan kualitas makanan yang disediakan oleh para penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau keracunan MBG ini banyak faktor penyebabnya. Tapi yang jelas, para penyedia harus benar-benar menjaga kebersihan tempat dan alat makan, terutama di lokasi pengolahan makanan,” ujar H. Muhidin di Banjarbaru, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, Polda Kalimantan Selatan juga telah memberikan arahan agar seluruh penyedia MBG menggunakan bahan pembersih dan standar kebersihan yang sesuai aturan. Langkah ini diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau masih ada masalah, bisa jadi karena kualitas makanannya — apakah dibuat terlalu pagi atau karena alat masaknya kurang bersih. Semua itu harus diperhatikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel saat ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait langkah penanganan dan evaluasi program MBG. Ia menilai bahwa kasus keracunan serupa juga terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia.

“Kita menunggu arahan pemerintah pusat. Kalau pusat tidak ada kebijakan baru, kita tetap jalan sesuai prosedur. Tapi kalau ada instruksi, terutama kalau kasus terus berulang, tidak menutup kemungkinan akan kita pertimbangkan penghentian sementara,” ungkapnya.

Muhidin juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyedia makanan perlu diperketat. Jika ditemukan penyedia yang tidak mematuhi standar kebersihan dan pengolahan, maka tindakan tegas akan diambil.

“Kalau penyedia tidak memperhatikan kebersihan tempat maupun cara memasaknya tidak sesuai harapan, maka bisa saja kita lakukan penutupan sementara,” tegasnya.

Baca Juga  Pria Ditemukan Tewas di Kebun Warga Banjarbaru, Diduga Jatuh dari Tower BTS

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan intensif dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Sumber: MC Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *