Balangan — Hujan lebat yang mengguyur Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi (27/12/2025), mengakibatkan banjir merendam sejumlah permukiman warga.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama hampir 11 jam membuat debit air sungai meningkat cepat dan meluap ke kawasan permukiman. Arus air dilaporkan cukup deras di beberapa titik.
Banjir tersebut turut berdampak pada Posko Pengabdian Masyarakat Sinergi Mengabdi yang berada di desa tersebut. Hingga Sabtu pagi, genangan air telah memasuki area posko dan terus meningkat. Di luar bangunan, ketinggian air dilaporkan melebihi pinggang orang dewasa, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan relawan.
Kondisi semakin diperparah dengan terjadinya pemadaman listrik sejak dini hari. Akibatnya, akses komunikasi dan jaringan telepon seluler menjadi terbatas, menyulitkan koordinasi antarrelawan maupun dengan pihak luar.
Presiden Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani, menyampaikan bahwa banjir tersebut terjadi di luar perkiraan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kondisi cuaca dengan curah hujan yang terus-menerus membuat Desa Mantuyan berada dalam situasi yang cukup mengkhawatirkan. Ini di luar ekspektasi kami,” ujar Yazid dalam keterangannya.
Ia menilai wilayah Desa Mantuyan perlu mendapat perhatian dan penanganan segera agar dampak banjir tidak semakin meluas, terlebih cuaca masih berpotensi hujan.
Sementara itu, Koordinator Acara Sinergi Mengabdi, Khairul Fikri, mengatakan pihaknya memutuskan menunda sejumlah agenda kegiatan sebagai langkah antisipatif demi keselamatan relawan dan masyarakat.
“Keselamatan relawan dan warga menjadi prioritas utama. Dalam kondisi darurat seperti ini, kami mengalihkan fokus kegiatan untuk membantu masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.
Menurut Khairul, langkah tersebut sejalan dengan prinsip pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Hingga siang hari, relawan bersama warga masih bertahan di lokasi karena kondisi belum memungkinkan untuk melakukan evakuasi mandiri. Keterbatasan akses transportasi, derasnya arus air, serta minimnya komunikasi menjadi kendala utama.
Relawan dan warga berharap adanya dukungan serta respons cepat dari pihak terkait guna membantu penanganan banjir dan memastikan keselamatan seluruh pihak di wilayah terdampak.












