Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
DaerahTanah Bumbu

Hari Jadi ke-27 Desa Maju Mulyo Ingin Bangun Desa Wisata Seni Budaya

×

Hari Jadi ke-27 Desa Maju Mulyo Ingin Bangun Desa Wisata Seni Budaya

Sebarkan artikel ini

Bacakabar.id, BATULICIN – Wakil Bupati Tanah Bumbu Muhammad Rusli, mendorong Desa Maju Mulyo menjadi desa wisata seni sesuai keinginan warga dan para tokoh masyarakat setempat.

Dukungan itu diungkapkan Muh Rusli saat memperingati Hari Jadi ke-27 Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe Jum’at, (17/2/2023).

Menurut Rusli, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki puluhan etnis dengan beragam budaya, diantaranya berbagai seni tarian yang harus dilestarikan.

Seperti musik tradisional dan keragaman kearifan lokal menjadi salah satunya. Bahkan, saat Wabup Tanbu itu tiba disuguhkan tarian jaipong ala bocah-bocah Desa Maju Mulyo.

Wabup Rusli kagum dan bangga Desa Maju Mulyo dimomentum hari jadinya terus berbenah dalam pembangunan. Misalnya dengan program menuju desa wisata seni.

Wabup berjanji mendorong keinginan aparatur dan masyarakat setempat untuk mewujudkan cita-cita itu, dan memberikan dukungan.

“Pemkab melalui dinas terkait bakal menindaklanjuti keinginan yang dimaksud,” ujarnya.

Ia mengajak semua elemen, termasuk Anggota DPRD Tanbu, Jumbron yang hadir diperingatan tersebut untuk berperan melalui lembaganya turut mendorong Desa Maju Mulyo kedepan menjadi desa wisata seni, berintegrasi bersama desa-desa lainnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kades Maju Mulyo, Sunarno yang baru saja melepas jabatannya, mengaku di wilayahnya dihuni para seniman. Sehingga kuat tekad warga setempat untuk membangun desanya sebagai tujuan wisata seni.

“Desa kami ini punya banyak kegiatan seni, sepertu Tari-tarian. Tujuannya dalam rangka meningkatkan sumber pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan perayaan ulang tahun ke-27 Desa Maju Mulyo tampak meriah, beragam kesenian dan budaya ditampilkan dari tarian, musik tradisional hingga pertunjukan wayang kulit. Menariknya bahkan sebagian besar pemain musik tradisional dilakoni para kaum perempuan. (Red)

Baca Juga  Progres Bedah Rumah Warga Al-Kautsar, Polres Tanbu : Sesuai Target

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *