MAJALENGKA – Harga telur dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Majalengka terus merangkak naik dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pembeli dan pedagang karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Pantauan Bacakabar pada Sabtu siang (22/11/2025), harga telur ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp27.000 per kilogram kini naik menjadi Rp32.000 per kilogram.
Salah satu pembeli, Nemah Sukmawati, meminta pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga.
“Lonjakan harga telur dan daging ayam sangat memberatkan masyarakat. Dua komoditas itu kebutuhan pokok yang penting untuk pemenuhan gizi,” ujarnya.
Di sisi pedagang, Nunu—penjual telur di salah satu pasar tradisional Majalengka—menyebut kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Pasokan ke pedagang pasar jadi berkurang. Permintaan dari program MBG tinggi, jadi harga ikut naik,” jelasnya.
Dampak kenaikan harga disebut signifikan. Omzet pedagang telur di pasar tradisional turun drastis hingga 80 persen karena konsumen mengurangi pembelian.
Tidak hanya telur, harga daging ayam potong juga melonjak. Harga yang sebelumnya berada di level Rp37.000 per kilogram kini menyentuh Rp42.000 per kilogram. Pedagang memperkirakan kenaikan masih akan berlanjut menjelang Natal dan Tahun Baru 2025–2026.












