Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Harga Pangan Naik Serentak Jelang Puasa, Cabai Paling Pedas di Majalengka

×

Harga Pangan Naik Serentak Jelang Puasa, Cabai Paling Pedas di Majalengka

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pembeli di Pasar Kadipaten Majalengka saat harga cabai dan bahan pangan mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
Pembeli memilih cabai dan bawang merah di Pasar Tradisional Kadipaten, Majalengka, jelang Ramadan 1447 H, di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan.

MAJALENGKA – Sehari menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Tradisional Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengalami kenaikan serentak. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini menembus Rp100 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut membuat masyarakat mulai menyesuaikan pola belanja jelang Ramadan.

Selain cabai, sejumlah bahan pokok lain juga ikut mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah, daging sapi, daging kambing, daging ayam, serta telur ayam ras.

Salah seorang pembeli, Rita, mengatakan kenaikan harga sudah terasa dalam beberapa hari terakhir.

“Bukan hanya cabai, bawang merah, daging sapi, ayam, sampai telur juga ikut naik. Jadi belanja sekarang harus lebih dihitung,” ujarnya saat ditemui di pasar, Senin (16/2/2026).

Harga bawang merah yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp52 ribu. Daging sapi yang semula Rp130 ribu per kilogram meningkat menjadi Rp150 ribu hingga Rp160 ribu, sedangkan daging kambing naik dari Rp150 ribu menjadi Rp160 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras yang sebelumnya Rp36 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram.

Sementara itu, pedagang telur ayam ras, Nunu, menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

“Harga dari distributor sudah naik sekitar Rp4 ribu. Sekarang dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, bahkan di tingkat pengecer bisa Rp34 sampai Rp35 ribu,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan menyebabkan pasokan di tingkat agen dan pedagang berkurang sehingga harga ikut terdorong naik.

Para pedagang berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan harga agar kenaikan tidak berlangsung terlalu lama. Sebab, lonjakan harga dinilai mulai berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat serta omzet pedagang.

Baca Juga  Polisi Turun ke Ladang: Polda Kalsel Tanam Jagung Demi Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *