Bank Kalsel

Gubernur Muhidin Jadi Nasabah Valas Perdana

×

Gubernur Muhidin Jadi Nasabah Valas Perdana

Sebarkan artikel ini

BANJARMASIN – Bank Kalsel resmi menyandang status sebagai bank devisa yang ditandai dengan pembukaan rekening valuta asing (valas) oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin sebagai nasabah perdana di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).

Dengan status tersebut, Bank Kalsel kini dapat melayani berbagai transaksi dalam mata uang asing, antara lain pembukaan rekening valas, transfer internasional, remitansi, transaksi ekspor-impor, serta layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan regulator.

Gubernur H. Muhidin mengatakan status bank devisa diharapkan dapat mendukung pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.

“Banyak peluang yang bisa dikembangkan dengan menjadi Bank Devisa. Ini tentu akan membantu pelaku UMKM ekspor agar bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan status bank devisa diperoleh setelah Bank Kalsel memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan regulator.

Menurutnya, setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel melengkapi persyaratan yang mencakup aspek manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, sumber daya manusia, hingga sistem layanan perbankan sebelum memperoleh izin operasional.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin yang sangat besar dukungannya untuk Bank Kalsel menjadi Bank Devisa, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” katanya.

Fachrudin menambahkan, dengan status bank devisa, Bank Kalsel dapat memberikan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan transaksi internasional bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Baca Juga  Bank Kalsel Butuh Modal Rp2,2 Triliun Penuhi Ketentuan OJK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *