PONTIANAK — Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat dengan mengoptimalkan peran Integrated Terminal (IT) Pontianak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan energi tetap stabil di wilayah timur Kalbar, terutama Kabupaten Sintang dan daerah sekitarnya.
Penyesuaian distribusi dilakukan menyusul pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air yang memengaruhi aktivitas sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal Sintang. Kondisi tersebut membuat jalur distribusi perlu diatur ulang agar suplai BBM tidak terganggu.
Pertamina meningkatkan pengiriman melalui IT Pontianak sekaligus menata ulang ritase mobil tangki serta jadwal distribusi. Dukungan suplai dari Fuel Terminal Sintang dan IT Pontianak kini diperkuat dengan kapasitas angkut mencapai 529 kiloliter.
Dampak penyesuaian ini membuat waktu tempuh distribusi menjadi lebih panjang, khususnya menuju wilayah Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau. Meski demikian, perusahaan memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Pertamina Patra Niaga menyatakan pemantauan distribusi dilakukan secara intensif, terutama di SPBU dan lembaga penyalur pada jalur strategis. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah tantangan operasional.
Secara bertahap, penyaluran BBM di wilayah terdampak disebut tetap berjalan normal dengan penguatan suplai dari terminal utama di Pontianak.












