KOTABARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru menggelar sosialisasi pengolahan, pengembangan, dan alih media naskah kuno di Kantor Dispersip Kotabaru, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Memori Banua: Sinergi Penyelamatan Warisan Literasi, Membuka Tabir Sejarah, Mengabadi di IKON Nasional” itu merupakan hasil kerja sama Dispersip Kotabaru dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dispersip Kotabaru Muhammad Fuad Fahruddin mengatakan naskah kuno memiliki nilai penting sebagai sumber sejarah, pengetahuan, dan identitas budaya yang perlu dijaga keberadaannya.
“Melalui naskah kuno, kita dapat mempelajari sejarah, nilai-nilai luhur, dan identitas bangsa. Karena itu, warisan tersebut perlu dilestarikan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pelestarian naskah kuno, teknik penyimpanan dan perawatan, pendataan, pendaftaran, hingga alih media atau digitalisasi sebagai upaya menjaga keberlangsungan dokumen bersejarah.
Materi disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan Emmy Ariani, yang membahas pendampingan pemerintah dalam pelestarian naskah kuno.












