BANJARMASIN – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar mengungkapkan sebanyak 3.395 jembatan telah terbangun melalui Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri hingga 13 Agustus 2026.
Roy menyampaikan hal tersebut saat penandatanganan Kesepakatan Bersama Pilot Project Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional di Kediaman Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (31/8/2026).
Dalam program tersebut, Kalimantan Selatan menjadi pilot project penanganan jembatan non-nasional melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Menurut Roy, pembangunan 3.395 jembatan tersebut terdiri atas 2.500 Jembatan Garuda yang dibangun TNI Angkatan Darat dan 895 Jembatan Presisi Merah Putih oleh Polri.
Khusus di Kalimantan Selatan, terdapat 131 jembatan desa yang disinergikan melalui program Judesa.
“Untuk Kalimantan Selatan sendiri ada 131 jembatan desa yang disinergikan dalam proyek Judesa. Mencakup seluruh tahapan dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan,” ujar Roy.
Ia mengatakan pilot project di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari kolaborasi penanganan jembatan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Program tersebut melibatkan enam daerah di Kalimantan Selatan, yakni Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Tanah Bumbu.
Roy mengatakan pilot project tersebut mendukung program prioritas pemerintah, termasuk target pembangunan 300 ribu jembatan.
Ia berharap pelaksanaan pilot project di Kalimantan Selatan dapat direplikasi di provinsi lain di Indonesia.












