Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
BisnisEkonomi

Dari Limbah Jadi Cuan, Program SI CADIAK Pertamina Sulap Jerami Jadi Energi dan Sumber Penghasilan Warga

×

Dari Limbah Jadi Cuan, Program SI CADIAK Pertamina Sulap Jerami Jadi Energi dan Sumber Penghasilan Warga

Sebarkan artikel ini
Warga mengolah jerami menjadi kompos dan produk ramah lingkungan melalui program SI CADIAK Pertamina Patra Niaga di Nagari Padang Toboh.
Warga bersama pendamping program SI CADIAK dari Pertamina Patra Niaga mengolah limbah jerami menjadi produk bernilai ekonomi di Nagari Padang Toboh sebagai bagian dari program pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular.

Upaya memperkuat kinerja lingkungan dan sosial berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada perlindungan alam, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta pengukuran dampak yang terstruktur. Berangkat dari tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau menghadirkan program SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah pertanian menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Limbah jerami yang sebelumnya kerap dibakar kini dimanfaatkan secara produktif melalui pendekatan eco-inovasi, sekaligus menekan dampak lingkungan dan meningkatkan pemanfaatan potensi lokal.

Melalui SI CADIAK, sekitar 894 ton jerami dan 864 ton kotoran ternak setiap tahun diolah menjadi berbagai produk, mulai dari kompos, bioetanol, hingga parfum ramah lingkungan berbahan jerami bernama ARUWA. Program ini juga mendukung Program Sawah Pokok Murah serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk operasional Learning Center UKASEMA.

Dampak program ini dinilai signifikan. Emisi karbon berhasil ditekan hingga 1.305 ton CO₂e per tahun, sementara kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut menurun hingga 80 persen dalam periode 2022–2025. Selain itu, pendapatan masyarakat meningkat hingga 63 persen melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyebut SI CADIAK sebagai contoh kolaborasi nyata antara perusahaan dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Siapkan Layanan Energi di Rest Area KM 57

SI CADIAK juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Pendekatan inovatif dengan dampak terukur dinilai dapat menjadi model pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain.

Manfaat program turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Siti, anggota Kelompok UKASEMA, mengatakan pelatihan pengolahan limbah membuka peluang ekonomi baru bagi warga yang sebelumnya hanya bergantung pada sektor pertanian tradisional.

Menurutnya, limbah yang dulu tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk yang menghasilkan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Inisiatif SI CADIAK selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim. Program ini tidak hanya memberikan dampak lokal, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *