Bantul, Bacakabar – Kabupaten Bantul bergerak cepat memperkuat sektor pertanian. Bupati Abdul Halim Muslih menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Dalam momen itu, ia juga mengumumkan langkah besamenghapus pajak sawah mulai tahun 2026.
“Kami gratiskan Pajak LP2B. Ini bentuk keberpihakan nyata kami kepada petani,” ujar Abdul Halim saat acara penyerahan alsintan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Sabtu (17/5/2025).
Langkah berani ini membuat Bantul kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 21 miliar per tahun. Namun, Abdul Halim menegaskan pemerintah siap menutup kekurangan dari sektor lain seperti hotel, restoran, dan kafe.
Tak hanya pajak. Pemerintah juga tengah menyiapkan program pembenihan tanaman pangan dan produksi pupuk organik berbasis petani. Gapoktan bakal memproduksi benih secara mandiri, diawali dukungan dari Pemkab.
“Kami ingin petani kita mandiri dari hulu hingga hilir. Kami bantu awalnya, sisanya biar mereka yang jalankan,” katanya.
Abdul Halim juga menyoroti pentingnya pertanian ramah lingkungan. Ia mengingatkan agar petani mulai meninggalkan pupuk kimia yang dapat merusak tanah jika digunakan berlebihan.
“Kita harus pikirkan masa depan tanah kita. Kalau rusak, cucu kita nanti tidak bisa lagi bertani. Maka pupuk organik harus jadi pilihan,” tegasnya.
Ia menginstruksikan jajarannya mendata ulang jumlah ternak sapi dan kambing sebagai bahan baku pupuk organik. Pemkab pun siap membangun instalasi pengolahannya.
Dalam kegiatan tersebut, Abdul Halim menyerahkan 8 traktor roda dua, 1 unit rotary, 13 pompa air, dan 5 rice transplater kepada sejumlah kelompok tani. Sejumlah tokoh hadir mendampingi, termasuk Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Wakil Ketua DPRD Bantul Titis Ajeng Ganis Mareti, serta anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Saryanto dan Jumirin.
Dengan gebrakan ini, Bupati Bantul berharap lahan pertanian tetap produktif, petani makin sejahtera, dan generasi muda melihat pertanian sebagai masa depan yang cerah.












