PARINGIN – Semarak bulan suci Ramadan di Kabupaten Balangan semakin terasa dengan diresmikannya Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah yang berpusat di Taman Banua Sanggam, Paringin.
Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Hj Lindawati, hadir memberikan dukungan penuh sekaligus apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Balangan dalam memfasilitasi para pedagang lokal.
Langkah yang dimotori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut dipandang bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan mesin penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Bagi Lindawati, kehadiran pasar musiman ini menjadi oase bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meraih pendapatan lebih di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan.
“Kami dari DPRD Balangan sangat mengapresiasi pelaksanaan Pasar Ramadan ini. Selain menjadi bagian dari tradisi bulan suci, kegiatan ini juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Lindawati saat mendampingi Bupati H Abdul Hadi di acara pembukaan.
Pasar yang diikuti oleh sedikitnya 115 pedagang ini menawarkan beragam penganan berbuka puasa, yang secara tidak langsung menciptakan perputaran uang yang cukup masif di wilayah perkotaan Paringin.
Legislator perempuan ini menilai, tata kelola pasar yang representatif di ruang publik memudahkan warga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.
Keberpihakan lembaga legislatif terhadap program penguatan ekonomi kecil ini ditegaskan sebagai salah satu prioritas dalam mengawal kebijakan daerah yang pro-rakyat.
Lindawati berharap, pengelolaan pasar wadai ke depan dapat terus dievaluasi agar semakin nyaman baik bagi pembeli maupun para pedagang yang menggantungkan harapannya di sana.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan kualitas dan pengelolaannya setiap tahun, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan dukungan pengawasan dari DPRD, sektor UMKM di Balangan diharapkan mampu tetap tangguh dan menjadi pilar utama kesejahteraan daerah.
Kemeriahan Pasar Wadai Ramadan ini pun diharapkan menjadi pemantik semangat kebersamaan masyarakat dalam merayakan bulan suci dengan tetap menghidupkan sektor perdagangan lokal.












