BANDUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem dalam sepekan ke depan, terhitung 23–29 Januari 2026.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih aktifnya dinamika atmosfer serta pengaruh sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan di Jawa Barat.
Kepala BMKG Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Bekasi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung, Cimahi, Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
“Untuk wilayah lain seperti Kabupaten Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, serta sebagian wilayah Cirebon, potensi hujan lebat perlu diwaspadai,” kata Rakhmat, Jumat (23/1/2026).
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Barat berada pada kisaran 18–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 60–98 persen. Angin umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 5–57 kilometer per jam.
Menurut BMKG, peningkatan curah hujan dalam sepekan ke depan dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer. Pada skala global, indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah, sehingga mendukung peningkatan pembentukan awan hujan di tingkat regional.
Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat turut menjadi sumber uap air bagi wilayah Jawa Barat, memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Masyarakat serta pemangku kepentingan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir, longsor, dan gangguan aktivitas akibat hujan lebat.












