BANJARMASIN – Bank Kalsel telah merealisasikan penyaluran 496 unit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 30 Juni 2026 dari kuota sebanyak 930 unit yang diterima pada tahun ini.
Direktur Bisnis Bank Kalsel H. Izhar mengatakan, penyaluran FLPP dilakukan melalui kerja sama dengan anggota Real Estat Indonesia (REI) yang telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Kalsel.
“Kuota kita sekitar 930 unit dan sampai dengan 30 Juni 2026 sudah terealisasi sebanyak 496 unit,” ujar Izhar.
Menurutnya, kerja sama Bank Kalsel dengan REI telah berlangsung cukup lama. Selain mendukung berbagai kegiatan REI, Bank Kalsel juga bekerja sama dengan sekitar 150 pengembang dalam penyaluran pembiayaan perumahan.
“Bank Kalsel sudah lama bekerja sama dengan REI. Setiap ada kegiatan REI, Bank Kalsel selalu memberikan support,” katanya.
Izhar menambahkan, berdasarkan evaluasi BP Tapera 2026, Bank Kalsel Syariah menempati peringkat keempat realisasi FLPP di Kalimantan Selatan, sedangkan Bank Kalsel konvensional berada di peringkat ketujuh.
Selain itu, Bank Kalsel Syariah meraih peringkat ketiga nasional untuk nilai evaluasi tertinggi penyaluran Tapera dan peringkat pertama nasional untuk nilai evaluasi tertinggi penyaluran FLPP.
“REI merupakan asosiasi perumahan yang anggotanya paling banyak melakukan PKS dan merealisasikan pembiayaan melalui Bank Kalsel,” ujar Izhar.












