Scroll untuk baca artikel
Bencana

Banjir Rob dan Genangan Rendam Ribuan Rumah di Tanah Laut Awal 2026

×

Banjir Rob dan Genangan Rendam Ribuan Rumah di Tanah Laut Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Banjir rob dan genangan merendam rumah warga di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan awal Januari 2026
Genangan banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Tanah Laut akibat hujan lebat dan pasang air laut, awal Januari 2026.

TANAH LAUT, Kalimantan Selatan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut mencatat ribuan rumah warga terdampak banjir rob dan banjir genangan yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut pada awal Januari 2026.

Bencana hidrometeorologi ini dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi sejak tengah malam hingga dini hari, yang diperparah oleh fenomena pasang air laut. Data sementara dirilis BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Kamis malam (1/1/2026).

Kecamatan Bati-Bati menjadi wilayah paling terdampak dengan total 1.541 rumah terendam air. Rinciannya meliputi Desa Benua Raya sebanyak 819 rumah, Desa Bati-Bati 341 rumah, Desa Pandahan 241 rumah, Desa Banyu Irang 90 rumah, Desa Sambangan 21 rumah, Desa Ujung 17 rumah, dan Desa Nusa Indah 12 rumah.

Wilayah terdampak berikutnya adalah Kecamatan Kurau dengan 905 rumah terendam. Desa Kurau mencatat dampak tertinggi sebanyak 498 rumah, disusul Desa Handil Negara 237 rumah, Desa Kali Besar 142 rumah, Desa Padang Luas 18 rumah, dan Desa Tambak Sarinah 10 rumah.

Di Kecamatan Bumi Makmur, BPBD mencatat sekitar 350 rumah terdampak yang tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, hingga Kurau Utara. Sementara di Kecamatan Tambang Ulang, banjir merendam 32 rumah di Desa Gunung Raja dan enam rumah di Desa Kayu Abang.

Banjir juga terjadi di wilayah perkotaan. Di Kecamatan Pelaihari, air masuk ke 32 rumah warga di Kelurahan Pemuda. Sedangkan di Kecamatan Bajuin, sebanyak 30 rumah di Desa Kunyit terdampak genangan.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi, mengatakan tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan karena kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga  Golkar Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Tanah Laut

“Data ini masih bersifat sementara dan bisa berubah. Kami terus melakukan koordinasi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak,” ujar Aspi, Jumat (2/1/2026).

Selain pendataan, BPBD Tanah Laut bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan telah menyiagakan dapur umum serta layanan kesehatan, terutama di Kecamatan Bati-Bati dan Kurau yang terdampak cukup parah.

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *