BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir pasang surut di kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Sabtu (10/1/2026).
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Ketua TP PKK Banjarmasin Hj. Neli Listriani mendatangi RT 12 dan RT 13, wilayah permukiman yang berada di bantaran sungai dan memiliki akses terbatas.
Berdasarkan pendataan di lapangan, banjir pasang surut berdampak pada 23 kepala keluarga atau 72 jiwa di RT 12. Sementara di RT 13, tercatat 92 kepala keluarga dengan total 335 jiwa terdampak.
Wali Kota mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat langsung dampak banjir yang masih terjadi akibat pasang air sungai.
“Kawasan ini berada tepat di tepi sungai dan aksesnya terbatas. Pola banjirnya pasang surut, siang hari air bisa surut, namun malam kembali naik,” ujar Yamin.
Menurutnya, meski ketinggian air tidak separah banjir besar tahun 2021, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian karena mengganggu aktivitas warga, terutama di kawasan yang tergolong terisolasi.
Selain memantau kondisi warga, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan akses wilayah tersebut.
“Kawasan ini memang terisolasi. Ke depan, kami akan mengupayakan konektivitas jalan agar bisa tersambung hingga ke kawasan Banua Anyar,” katanya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memastikan penanganan banjir pasang surut berjalan beriringan dengan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pinggiran dan bantaran sungai yang rentan terdampak genangan.












